CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Sunday, December 1, 2013

DASAR PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH



DASAR-DASAR PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH


 


²Ilmu tidak boleh menjadi kesenangan untuk diri sendiri. Buku-buku adalah budak saya dan, makannya harus melayani kemauan saya. Orang-orang yang memiliki nasib baik terjun dalam pencarian ilmu pertama-tama harus menempatkan pengetahuannya demi kepentingan kemanusiaan. Manusia jenius adalah yang menenggelamkan pemikiranya kedalam buku dan realitas sosial. (Karl Marx). ²Even the criminal thought of a metafactore has more grandeus and nobility than the wonders of the heavens—bahkan pikiran jahat seorang penjahat lebih mulia dan berharga daripada keajaiban surga (G.W.F. Hegel). ²Saya menanyakan tentang kreasi absurd yang saya inginkan dari aneka pemikiran—pemberontakan, kebebasan dan keragaman. Hasil pemikiran mengembang menjadi imaji-imaji (images). (Albert Camus). ²Menulis itu merupakan suatu usaha; karena para penulis adalah makhluk yang hidup sebelum kemudian menjadi mayat; karena kita berfikir bahwa kita  harus sedapat mungkin mencoba menulis. (Jean-Paul Sartre). ²Saya mulai memperhatikan Brazil, lantas menganalisis praktik yang saya lakukan sehingga saya menemukan konteks baru dari realitas. Saya berfikir secara dialektis tidak hanya membicarakan tentang dialektika. (Paulo Freire)
 



Oleh:
Nur Sayyid Santoso Kristeva, S.Pd.I
Alumnus Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mahasiswa Program Pascasarjana (S.2) Sosiologi FISIPOL UGM
Direktur Institute for Philosophycal and Social Studies (INPHISOS) Yogyakarta
E-Mail: nuriel.ugm@gmail.com / skristeva@gmail.com
Website: www.nursayyidsantoso.blogspot.com /
www.sosiologidialektis.wordpress.com
Cp. (0282) 540437 / Hp. 085 647 634 312


Dipresentasikan pada Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah
BEM-J PAI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Yogyakarta, 3 Oktober 2009



















BAB I
PENDAHULUAN

1.1.      Pengantar
Suatu karya ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim yang memenuhi kaidah dan etika keilmuan penulisan ilmiah yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan akademis. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah kuliah, makalah seminar atau simposium, artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari kegiatan ilmiah. Data, kesimpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, jenjang S1, S2 dan S3 mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah, laporan praktikum, dan Skrispsi, Tesis dan Disertasi. Skripsi, Tesis dan Disertasi.umumnya merupakan laporan penelitian literatur atau lapangan (field work reseacrh) yang dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi” terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan penelitian.

1.2.      Jenis-jenis Karya Ilmiah
Ada berbagai definisi tentang karya ilmiah. Dikemukakan oleh Brotowidjoyo (1985: 8-9), “Karya ilmiah adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar”. Dalam hal ini ciri khusus karya ilmiah harus ditulism secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran yang normatif. Perbedaan istilah karya-karya ilmiah adalah sebagai berikut:
Makalah adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan yag bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses berfikir deduktif dan induktif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu untuk memberikan pemecahan tentang suatu masalah secara ilmiah.
Kertas kerja, seperti halnya makalah, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih serius daripada dalam makalah. Kertas kerja disajikan dalam suatu seminar atau lokakarya. Jadi tujuannya untuk dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah.
Skripsi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak langsung (studi kepustakaan). Skripsi biasanya untuk melengkapi syarat guna memperoleh gelar sarjana muda/ diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing oleh dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi. Dengan demikian, data atau fakta boleh didasarkan pada pengalaman empiris, hasil kerja lapangan (fieldwork) atau diperoleh dari data kepustakaan.
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi. Tesis akan mengemukakan pengetahuan baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan memperbincangkan pengujian terhadap satu hipotesis atau lebih. Dengan kata lain tesis adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu pernyataan atau teori yang didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Tesis ditulis untuk melengkapi ujian sarjana strata dua.
Disertasi adalah karya tulis ilmiah yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan data dan fakta yang sahih dengan analisis yang terinci. Dalil yang dikemukakan dipertahankan oleh penulis dari sanggahan-sanggahan senat guru besar/ penguji suatu pendidikan tinggi. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri, yang berupa temuan orisinal. Disertasi ditulis untuk memperoleh gelar doktor.


1.3.      Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
Menurut Sikumbang (1981: 2-5) minimal ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan penulisan karya tulis ilmiah, sebagai berikut:
1. Penulis akan terlatih mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya tulis ilmiah, ia harus membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan topik yang akan dibahas.
2. Penulis akan terlatih menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber literatur, kemudian mengambil sarinya dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis akan berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencatat bahan bacaan dalam katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara jelas dan sistematis.
5. Penulis memperoleh kepuasan intelektual.
6. Penulis dapat memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.

1.4.      Tujuh Macam Sikap Ilmiah
Penulis karya tulis ilmiah sepatutnya memiliki sikap-sikap ilmiah agar karyanya dapat dipertanggungjawabkan, baik kepada isntitusi akademik, masyarakat dan diri sendiri. Menurut Brotowidjojo (1985: 33-34), orang yang berjiwa ilmiah adalah orang yag memiliki tujuh macam sikap ilmiah. Ketutuh macam sikap tersebut adalah (1) sikap ingin tahu, (2) sikap kritis (3) sikap terbuka, (4) sikap objektif, (5) sikap rela menghargai karya orang lain, (6) sikap berai mempertahankan kebenaran, dan (7) sikap menjangkau kedepan.

BAB II
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH

2.1 Pengantar
Pada dasarnya dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, yaitu (1) persiapan, (2) pengumpulan data, (3) pengorganisasian atau pengonsepan, (4) pemeriksaan atau penyuntingan, (5) penyajian atau pengetikan.
Yang termasuk tahap persiapan adalah (a) pemilihan masalah, (b) penentuan judul, dan (c) pembuatan kerangka karangan. Yang termasuk tahap pengumpulan data adalah (a) pencarian keterangan dari bahan bacaan, seperti buku, majalah, surat kabar, (b) pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dikerjakan, pengamatan langsung ke objek yang akan diteliti, (c) percobaan dan pengujian di lapangan atau laboratorium. Yang termasuk tahap pengorganisasian atau pengonsepan adalah (a) pengelompokan bahan, (b) pengonsepan. Yang termasuk tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep adalah pembacaan atau pengecekan kembali naskah. Perlu dikoreksi pemakaian bahasa yang kurang efektif, baik dari segi penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun segi penerapan kaidah ejaan. Dan yang termasuk tahap penyajian adalah pegetikan hasil penelitian.

2.2 Tahap Persiapan
(a)  Pemilihan Masalah.
Topik atau masalah adalah pokok pembicaraan. Dalam hubungannya dengan topik yang akan diangkat, Keraf (1980: 111) mengatakan penyusunan karya ilmiah lebih baik menulis sesuatu yang menarik perhatian dengan pokok persoalan yang benar-benar diketahui daripada sebaliknya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih topik adalah; topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit da terbatas. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. Topik yang dipilih harus memiliki sumber acuan dan memiliki bahasa kepustakaan yang akan memberikan informasi tentang pokok masalah yang akan ditulis.
(b)  Pembatasan topik dan penentuan Judul.
Jika topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk, tinggal kita menguji lagi apakah topik tersebut sudah sempit dan terbatas. Kemudian penentuan judul dapat ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan mengapa.
Contoh:
Topik: Kapitalisme Pendidikan
Judul: “Pengaruh Globalisasi dan Kapitalisme Pendidikan terhadap Kebijakan Pendidikan di Indonesia.”
Topik: Filsafat Pendidikan
Judul: “Konsepsi Filsafat Pendidikan Kritis dalam Pemikiran Paulo Freire dan Fazlur Rahman.”
(c)  Pembuatan Kerangka Karangan.
Kerangka karangan disebut juga out-line. Penyusunan kerangka pada prinsipnya adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta, yang kadang-kadang berbeda jenis dan sifatnya, menjadi kesatuan yang berpautan (Moeliono, 1988: 1).

Contoh:
BAB I PENDAHULUAN
    1. Latar Belakang Masalah
    2. Rumusan Masalah
    3. Tujuan Penulisan
    4. Kegunaan Penelitian
    5. Metode Penelitian
    6. Kerangka Teoretik
    7. Tinjauan Pustaka
    8. Sistematika Penulisan

BAB II PEMBAHASAN

BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan
B.   Saran-saran
C.   Kata Penutup

DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR TABEL

2.3 Pengumpulan Data
Pengumpulan data sebenarnya tergantung pada jenis penelitan yang digunakan, apakah menggunakan jenis penelitian kuantitatif atau kualitatif. Langkah dalam pengumpulan data adalah mencari informasi mengenai hal-hal yang ada relevansinya dengan topik yang diangkat penulis. Selain informasi dari kepustakaan data lapangan dapat dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan eksperimen.
2.4 Pengorganisasian/ Pengonsepan
Jika data sudah terkumpul, penyusunan, menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Penyusunan harus menggolongkan data menurut jenis, sifat atau bentuk. Penyusuan menentukan mana yang akan dibicarakan kemudian. Penyusun harus mengolah dan menganalisis data primer atau sekunder.
2.5 Pemeriksaan/ Penyuntingan
Sebelum mengetik konsep, penyusun memeriksa dulu konsep tersebut. Tentu ada bagian yang tumpang tindih. Secara ringkasnya pemeriksaan konsep mencakup pemeriksaan isi karya tulis ilmiah dan cara penyajian karya tulis ilmiah, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan.
2.6 Pengetikan/ Penyajian
Dalam mengetik naskah, penyusun hendaklah memperhatikan segi kerapihan dan kebersihan. Penyusun memperhatikan tata letak unsur-unsur dalam karya tulis ilmiah. Misalnya mulai dari halaman judul, daftar isi, penulisan catatan kaki dan unsur-unsur dalam daftar pustaka.















BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH

3.1 Pengantar
Walaupun tiap-tiap perguruan tinggi memiliki ketentuan masing-masing tentag prosedur pembuatan karya tulis ilmiah, pada dasarnya sistem penulisannya sama. Penulisan sistem karya ilmiah itu menyangkut (1) bentuk karya ilmiah, (2) bagian-bagian karya tulis ilmiah. Bentuk karya tulis ilmiah mencakup (a) bahan yang digunakan, (b) perwajahan, (c) penomoran halaman. Bagian-bagian karya ilmiah meliputi; (a) judul karya tulis ilmiah, (b) judul bab-bab karya tulis ilmiah, (c) judul anak bab, (d) judul label, grafik, bagan, gambar, (e) daftar pustaka, (f) lampiran.

3.2 Penyajian
I. Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran meliputi: naskah/kertas, sampul, warna sampul dan ukuran.

1.1. Naskah/Kertas
Naskah dibuat di atas kertas HVS berwarna putih dengan berat 80 gr dan tidak boleh ada berat kertas yang berbeda serta diketik tidak bolak-balik. Untuk ujian skripsi boleh menggunakan 60 gr, namun yang dikumpulkan setelah ujian harus 80 gr.

1.2. Sampul
Sampul dibuat dari kertas buffalo atau yang sejenis dan diperkuat dengan karton dan dilapisi plastik. Tulisan yang dicetak dalam sampul harus sama dengan tulisan pada halaman judul dengan menggunakan tinta emas.

1.3.Warna Sampul
Sampul untuk cover berwarna ungu disesuaikan dengan lambang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

1.4. Ukuran
Ukuran naskah/kertas adalah 210 mm x 297 mm atau sama dengan naskah/kertas ukuran A4.

II. Pengetikan
Pada bagian ini akan menguraikan tata cara pengetikan skripsi yang meliputi: jenis huruf, bilangan dan satuan, jarak baris, batas tepi, pengisian ruangan, alinea baru, permulaan kalimat, judul dan sub-judul, perincian ke bawah, dan letak simetris dan penggunaan huruf cetak miring (italic).

2.1. Jenis Huruf
Naskah wajib diketik dengan komputer menggunakan huruf baku, yaitu Times New Roman dengan ukuran huruf 12. Untuk seluruh naskah dipakai jenis huruf yang sama.

2.2. Bilangan dan Satuan
a. Bilangan diketik dengan angka, misalnya: 10 g, 20 cm (tanpa titik). Namun khusus permulaan kalimat harus ditulis dengan ejaan huruf, misalnya: sepuluh gram, sepuluh senti meter dan seterusnya.
b. Bilangan desimal ditandai dengan tanda koma (,) bukannya tanda titik (.). Misalnya: 5,5 kg bukannya 5.5 kg.
c. Satuan dinyatakan dengan singkatan resminya dan diakhiri dengan tanpa tanda titik (.), misalnya: kg, g, m, cal.

2.3. Jarak Baris
Jarak antara 2 baris dibuat dua spasi. Namun untuk hal-hal berikut ini seperti: abstrak, kutipan langsung, judul daftar (tabel) dan gambar yang lebih dari satu baris dan daftar pustaka diketik 1 (satu) spasi.

2.4. Batasan Tepi Pengetikan
a. Tepi atas/ Margin atas     : 4 cm
b. Tepi bawah/ Margin bawah         : 3 cm
c. Tepi kiri/ Margin kiri                   : 4 cm
d. Tepi kanan/ Margin kanan : 3 cm

2.5. Pengisian Ruangan
Ruangan yang terdapat dalam halaman naskah harus terisi penuh, artinya pengetikan harus mulai dari batas tepi kiri sampai ke batas tepi kanan, dan jangan sampai ada ruangan yang terbuang. Perkecualian apabila akan mulai dengan alinea baru, persamaan, daftar, gambar, sub judul, atau hal-hal khusus lainnya.

2.6. Alinea Baru
Pengetikan alinea baru diawali dari ketikan ke–6 dari batas margin sisi kiri.

2.7. Permulaan Kalimat
Bilangan atau lambang atau rumus yang memulai suatu kalimat harus dieja ke dalam huruf. Misal:

Lima belas anak hilang di Pantai Kuta
Bukannya
15 anak hilang di Pantai Kuta

2.8. Judul, sub judul, anak sub judul, dan lain-lain.
2.8.1. Judul harus ditulis sepenuhnya dengan huruf kapital dan diatur supaya simetris dengan jarak 4cm dari tepi atas tanpa diakhiri tanda titik dan menggunakan huruf Romawi. Ukuran hurufnya Times New Roman 14.

2.8.2. Sub judul diketik mulai di sisi kiri dan ditebalkan. Semua kata dimulai dengan huruf kapital, kecuali kata penghubung (seperti: dan, dengan, atau) dan kata depan (seperti: di, ke, dari, dalam, terhadap), dan tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama setelah sub judul dimulai dengan alinea baru.

2.8.3. Anak sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri dan diluruskan dengan kata pertama sub-judul, tetapi hanya huruf yang pertama saja yang berupa huruf besar tanpa diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah anak sub judul dimulai dengan alinea baru.

2.8.4. Sub anak sub judul diketik mulai dari batas tepi kiri pada ketikan ke–6 diikuti dengan titik dan diketik dengan huruf miring. Kalimat pertama yang menyusul kemudian diketik terus ke belakang dalam satu baris sub anak judul. Kecuali itu sub anak judul dapat juga ditulis langsung berupa kalimat, tetapi yang berfungsi sebagai sub anak judul ditempatkan paling depan dan diberi garis bawah.

2.9. Rincian ke Bawah
Jika pada penulisan naskah ada rincian yang harus disuusn ke bawah, pakailah nomor urut dengan angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Penggunaan tanda garis penghubung (-) yang ditempatkan di depan rincian tidak dibenarkan.

2.10. Letak Simetris
Gambar, tabel (daftar), persamaan, judul, dan sub judul ditulis simetris terhadap tepi kiri dan kanan pengetikan.

2.11. Penggunaan Huruf Cetak Miring (italic)
Penggunaan huruf cetak miring (italic), dipakai apabila:
1) Menggunakan istilah, kata atau singkatan yang berasal dari kata asing.
Contoh: self efficacy, win-win solutions, dan lain-lain.

2) Judul dari sebuah buku, publikasi secara perodik atau dalam bentuk microfilm.
Contoh: American Psychologist

3) Nama dari spesies dan varitas
Contoh: Macaca mulatta

4) Huruf yang digunakan dalam lambang statistik atau matematika
Contoh: t tes, a/b = c/d, F (1,53) = 9
5) Nilai tes atau skala
Contoh: MMPI scales

6) Daftar referensi dari nomer volume jurnal secara periodic
Contoh: 26, 47-67



Jangan menggunakan huruf cetak miring (italic) apabila:
1) Istilah-istilah yang dipakai dalam kimia
Contoh: Na Cl, LSD

2) Istilah-istilah dalam trigonometri
Contoh: sin, tan, log

3) Huruf-huruf Yunani
Contoh: â

III. Penomoran
Pada bagian ini dibagi menjadi penomoran antara lain: halaman, tabel (daftar), gambar, dan persamaan:

3.1. Halaman
Bagian awal laporan, mulai halaman judul sampai ke abstrak penelitian, diberi nomor halaman dengan angka romawi kecil. Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari pendahuluan hingga halaman terakhir (lampiran), memakai angka Arab sebagai nomor halaman. Nomor halaman ditempatkan di sebelah kanan atas. Kecuali kalau ada judul atau bab pada bagian atas halaman itu penomoran halaman ditulis di sebelah kanan bawah. Penomoran halaman daftar pustaka langsung menyambung ke halaman lampiran. Nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan 1,5 cm dari tepi atas dan tepi bawah.

3.2. Tabel (daftar)
Tabel (daftar) diberi nomor urut dengan angka Arab.

3.3. Gambar
Gambar dinomori dengan angka Arab

3.4. Persamaan
Nomor urut persamaan yang berbentuk rumus matematika, reaksi kimia, dan lain-lain ditulis dengan angka Arab di dalam kurung dan ditempelkan di dekat batas tepi kanan.

Misalnya:
Y=bx1+bx2 – C
(masuk 6 ketikan dari tepi kiri )

IV. Daftar Tabel dan Gambar
4.1. Tabel (daftar)
Nomor tabel (daftar) yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel (daftar) tanpa diakhiri dengan tanda titik. Tabel (daftar) tidak boleh dipenggal, kecuali kalau memang panjang, sehingga tidak memungkinkan untuk diketik dalam satu halaman. Pada halaman lanjutan tabel (daftar) dicantumkan nomor tabel (daftar) dan kata lanjutan, tanpa judul. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar pemisahan antara yang satu dengan yang lainnya cukup tegas.

Jika tabel (daftar) lebih besar dari ukuran lebar kertas sehingga harus dibuat memanjang kertas, maka bagian atas tabel harus diletakkan di sebelah kiri kertas. Diatas dan di bawah tabel (daftar) dipasang garis batas, agar terpisah dari uraian pokok masalah. Tabel (daftar) diketik simetris. Tabel (daftar) yang lebih dari 2 (dua) halaman harus dilipat dan ditempatkan pada lampiran.

4.2. Gambar
Bagan, grafik, peta, diagram, dan foto semuanya disebut sebagai gambar (tidak dibedakan). Nomor gambar yang diikuti dengan judul diletakkan simetris di bawah gambar tanpa diakhiri dengan titik. Gambar tidak boleh dipenggal. Setiap gambar/rumus harus diberi keterangan dengan jarak 1 (satu) spasi. Keterangan gambar dituliskan pada tempat-tempat yang lowong di dalam gambar dan jangan pada halaman lain, karena jika dituliskan pada halaman lain bisa menyulitkan pembaca gambar tersebut.

Apabila gambar dilukis melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas gambar harus diletakkan di sebelah kiri kertas. Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan supaya sewajar-wajarnya (jangan terlalu gemuk atau terlalu kurus).

Skala pada grafik harus dibuat agar mudah dipakai untuk mengadakan interpolasi dan ekstrapolasi. Bagan dan grafik dibuat dengan tinta hitam yang tidak larut dalam air dan garis lengkung grafik dibuat dengan bantuan jangka dan letak gambar diatur supaya simetris.

V. Bahasa
1. Bahasa yang dipakai.
Bahasa yang dipakai ialah bahasa Indonesia yang baku (berpola Subjek–Predikat) dan supaya lebih sempurna ditambah dengan Objek–Keterangan.

2. Bentuk Kalimat
Kalimat-kalimat tidak boleh menampilkan orang pertama dan orang kedua (seperti: aku, engkau, saya, kami, kita, dan lain-lainnya). Tetapi disusun dalam kalimat pasif. Pada penyajian ucapan terima kasih pada prakata kata saya diganti dengan penulis.

3. Istilah
Istilah yang dipakai ialah istilah Indonesia atau yang sudah di-Indonesiakan. Jika terpaksa harus memakai istilah asing, ketiklah dalam huruf cetak miring (Italic) dengan diberi penjelasan artinya.

4. Beberapa kesalahan yang sering terjadi dalam penulisan
a) Kata penghubung seperti sehingga dan sedangkan tidak boleh dipakai sebagai kata di permulaan kalimat.
b) Kata depan seperti pada, sering dipakai tidak pada tempatnya, misalnya diletakkan di depan subjek kalimat. Hal ini akan merusak pola atau susunan kalimat.
c) Kata dimana dan dari kerap kurang tepat pemakaiannya, dan diperlakukan tepat seperti kata where dan of dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia bentuk yang demikian tidak merupakan susunan kalimat yang baku.
d) Awalan ke- dan di- harus dibedakan dengan kata depan ke dan di.
Misalnya: Kehendak, dimakan lain dengan ke kanan, di atas.
e) Tanda baca harus digunakan secara tepat.
Para mahasiswa juga dianjurkan untuk membaca ketentuan-ketentuan dalam penulisan seperti yang dicantumkan dalam Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD).

VI. Penulisan Tanda Baca.
Penulisan tanda baca mengikuti kaidah ejaan yang benar. Berikut ini beberapa kaidah penting yang perlu diperhatikan. Tanda titik (.), titik dua (:), tanda tanya (?), dan tanda persen (%) diketik rapat dengan kata yang mendahuluinya.

Tidak Baku                          Baku
Sampel diambil secara acak .                   Sampel diambil secara acak.
Data dianalisis , dengan teknik        Data dianalisis, dengan teknik
… sebagai berikut :                       … sebagai berikut:
Benarkan hal itu ?                        Benarkah hal itu?
Jumlahnya sekitar 20 %                  Jumlahnya sekitar 20%

Tanda kutip (“…”) dan tanda kurung ( ) diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa yang diapit.

Tidak Baku                          Baku
Keempat kelompok “ sepadan ”.      Keempat kelompok “sepadan”.
Tes baku ( standardized ).           Tes baku (standardized).

Tanda hubung (-) dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya dan mengikutinya.

Tidak Baku                          Baku
Tidak berbelit - belit                      Tidak berbelit-belit
Pada tahun 1968 - 1970.               Pada tahun 1968-1970.
Dia tidak / belum mengaku.            Dia tidak/belum mengaku.

Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), penambahan (+), pengurangan (-), perkalian (x), dan pembagian (:), diketik dengan satu spasi ketukan sebelum dan sesudahnya.
Tidak Baku                  Baku
p=0.05                                       p = 0.05
p>0.01                                       p > 0.01
p<0.05                                       p < 0.05
a+b=C                                        a + b = C
a:b=d                               a : b = d

VII. Penulisan nama
Penulisan nama mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih dari 2 (dua) orang, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan singkatan, dan derajat kesarjanaan.

7.1. Nama penulis yang diacu dalam uraian.
Penulis yang namanya diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirnya saja, dan kalau lebih dari 2 (dua) orang, hanya nama akhir penulispertama yang dicantumkan diikuti dengan dkk atau et. al.

Contoh:
Menurut Trinadis (1997:21) ………….
Strategi kajian lapangan yang non–eksperimental itu (Flanagan dan

Dipboye, 1981:22-23) …………….
Isu penting mengenai kepuasan kerja adalah bahwa kepuasan kerja
berhubungan dengan proses sosial (Seashore, dkk., 1981:67-68).

7.2. Nama penulis dalam daftar pustaka.
Dalam daftar pustaka, semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama ditambah dkk atau et. al. saja.

Contoh:
Seashore, S.E., Lawler, E.E., Mervis, P., dan Camman, C. (1981).
Tidak boleh hanya
Seashore, S.E., dkk atau Seashore, S.E. et al. (1981).

7.3. Nama penulis lebih dari satu suku kata.
Jika nama penulis lebih dari 2 (dua) suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah, dan seterusnya, yang semuanya diberi titik, atau nama akhir diikuti dengan suku kata nama depan, tengah dan seterusnya.
Contoh:
Sutan Takdir Alisyahbana ditulis Alisyahabana, S.T.
Jika penulisnya nama Indonesia, dan sulit kita membedakan antara nama keluarga dan bukan nama keluarga, maka dalam tata cara penulisan skripsi ini perlu ditetapkan seperti penulisan lainnya.

7.4. Nama dengan garis penghubung.
Kalau nama penulis dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung (-) di antara dua suku katanya, maka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.
Contoh:
Suryanti-Suryanto ditulis Suryanti-Suryanto

7.5. Nama yang diikuti dengan singkatan.
Nama yang diikuti dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu enjadi satu dengan kata yang ada di depannya.

Contoh:
Mawardi, A.I. ditulis Mawardi, A.I
William D.Boss Jr. ditulis Ross Jr., W.D.

7.6. Derajat Kesarjanaan.
Segala bentuk derajat atau gelar kesarjanaan tidak boleh dicantumkan alam penulisan.

VIII. Penulisan Daftar Pustaka
Penulisan daftar pustaka ditulis sesuai tata tulis menurut acuan ublication Manual of the American Psychological Association (2001, 5th ed.) dan disusun secara alfabetis dari nama akhir penulis utama.

8.1. Terbitan Periodik
a. Urutan penulisan: nama penulis, tahun penerbitan, nama artikel, nama jurnal, volume jurnal, nomor jurnal, halaman artikel.
b. Huruf besar hanya ditulis pada huruf pertama judul dan sub judul (jika ada), dan nama diri; jangan menggaris bawahi judul dan memberikan tanda petik di antaranya. Nama jurnal dicetak miring (italic).
c. Tuliskan juga informasi non rutin yang penting untuk identifikasi dan tuliskan dalam tanda kurung segera setelah judul artikel (contoh, [surat untuk editor]). Tanda kurung menandakan deskripsi bentuk, bukan judul.
d. Akhiri penulisan dengan tanda titik.

8.1.1. Artikel jurnal (satu pengarang)
Bekerian, D.A. (1993). In search of the typical eyewitness. American Psychologist, 48, 574-576.

8.1.2. Artikel jurnal (dua pengarang), jurnal berdasarkan masalah
Klimoski, R., & Palmer, S. (1993). The ADA and the hiring process in organizations. Consulting Psychology Journal: Practice and Research, 45 (2), 10-36.

8.1.3. Artikel jurnal (tiga sampai lima pengarang)
Borman, W.C., Hanson, M.A., Oppler, S.H., Pulakosa, E.D., & White, L.A. (1993). Role of early supervisory experience in supervisor performance. Journal of Applied Psychology, 78, 443-449.

Catatan:
Dalam teks, setiap kali gunakan cara penulisan sebagai berikut:
(Borman, dkk., 1993)

8.1.4. Artikel jurnal, enam atau lebih pengarang
Kneip, R.C., Delamanter, A.M., Ismond, T., Milford, C., Salvia, L., & Schwarz, D (1993). Self and spouse rating of anger and hostility as predictors of coronary heart disease. Health Psychology, 12, 301-307.

Catatan:
Dalam teks, setiap kali gunakan cara penulisan sebagai berikut: (Kneip,
dkk., 1993)

8.1.5. Artikel jurnal yang sedang diterbitkan
Zuckerman, M., & Kieffer,S.C., (dalam penerbitan). Race differences in face-ism: Does facial prominence imply dominance? Journal of Personality and Social Psychology.

Catatan:
Jangan menuliskan tahun, volume, atau nomor halaman sampai artikel diterbitkan. Di dalam teks, gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut: (Zuckerman & Kieffer, dalam penerbitan). Jika kepustakaan lain dari pengarang yang sama (atau urutan sama untuk beberapa pengarang) ada dalam daftar pustaka, tempat judul artikel yang sedang diterbitkan setelah kepustakaan yang telah diterbitkan. Jika lebih dari satu artikel yang sedang diterbitkan, urutkan kepustakaan berdasarkan kata pertama setelah elemen tanggal, dan berikan tambahan huruf setelah elemen tanggal (contoh, dalam penerbitan –a)

8.1.6. Artikel majalah
Setyarini, L. (1997, 11-24 Januari). Kiat praktis memilih TK. Ayahbunda, 01, 24.

Catatan:
Tuliskan tanggal yang ada dalam publikasi-bulan untuk majalah bulanan, tanggal dan bulan untuk majalah mingguan. Tuliskan nomor volume penerbitan.


8.1.7. Artikel dalam laporan berkala
Brown, L.S. (1993, Spring). Antidomination training as a central component of diversity in clinical psychology education. The Clinical Psychologist, 46, 83-87

8.1.8. Artikel dalam laporan berkala (tanpa pengarang)
The new health-care lexicon. (1993, Agustus/September). Copy Editor, 4, 1-2.

Catatan:
Urutkan secara alfabetik artikel tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul. Di dalam teks, gunakan judul yang penting (atau seluruh judul jika judul pendek) dengan cara menuliskan kutipan sebagai berikut: (“The New Health-Care Lexicon,” 1993). Tuliskan nomor volume.

8.1.9. Artikel surat kabar harian (tanpa pengarang)
Otonomi ditandai dengan keberanian daerah mengambil keputusan (1997, 25 April). Suara Pembaharuan, hal 3.

Catatan:
Urutkan secara alfabetik artikel tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul. judul yang penting (atau seluruh judul jika judul pendek) dengan cara menuliskan kutipan sebagai berikut: (“Otonomi”, 1997). Penulisan nomor halaman dalam surat kabar didahului dengan hal.

8.1.10. Artikel surat kabar harian, halaman bersambung
Berakhirnya politik televisi dan bola (1997, 17 April). Kompas, hal. 1, 15.

8.2. Buku, Brosur, dan Bab dalam Buku
a. Urutan penulisan: pengarang atau editor buku, tahun penerbitan, judul
buku, tempat dan nama penerbit.
b. Judul buku dicetak miring.
Contoh:
Cone, J.D., & Foster,S.L., (1993). Dissertation and theses from start to finish: Psychology and related fields. Washington, DC: American Psychological Association.

8.2.1. Buku, edisi ketiga, ada nama junior
Mitchel, T.R., & Larson, J.R., Jr. (1987). People in organizations: An introduction to organization behavior (3rd ed.) New York: Mc-Graw Hill.

8.2.2. Buku, departemen pemerintah sebagai penerbit
Australian Bureau of Statistics. (1991). Estimated resident population by age and sex in statistical local areas, New South Wales, June 1990 (No.3209.1). Canberra, Australia Capital Territory: Author.

Catatan:
Urutkan secara alfabetik (sejumlah pengarang) berdasarkan kata pertama dari nama pengarang Jika pengarang dan penerbit identik, gunakan nama pengarang sebagai kata nama penerbit.

8.2.3. Buku yang diedit
Gibbs, J.T., & Huang, L.N. (Eds.). (1991). Children of color: Psychological intervention with minority youth. San Francisco: Jossey-Bass.

8.2.4. Buku tanpa pengarang atau editor
Merriem-Webster’s collegiate dictionary (10th ed.). (1993). Springfield, MA: Merriem Webster.

Catatan:
Tempatkan judul buku dalam posisi pengarang. Urutkan secara alfabetik buku-buku tanpa pengarang atau editor berdasarkan kata pertama dalam judul. Di dalam teks, untuk membuat kutipan gunakan beberapa huruf dari judul atau seluruh judul jika judul pendek, dalam posisi pengarang (Merriem-Webster’s Collegiate Dictionary, 1993)

8.2.5. Buku edisi revisi
Rosebthal, R. (1987). Meta-analytic procedures for social research. (Rev. ed). Newbury Park, CA: Sage.

8.2.6. Beberapa volume buku dalam periode lebih dari satu tahun
Koch, S. (Ed.) (1959-1963). Psychology: A studi of science (vols. 1-6). New York: Mc Graw-Hill.

Catatan:
Di dalam teks gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut: (Koch, 1959-1963).


8.2.7. Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder
American Psychiatric Association. (1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed.). Washington, DC: Author

Catatan:
Asosiasi adalah nama pengarang sekaligus penerbit Sebutkan edisi yang digunakan dengan huruf Arab dan di dalam tanda kurung. Di dalam teks, tuliskan nama asosiasi dan nama manual secara lengkap dalam tulisan pertama teks, setelah itu baru tuliskan bentuk DSM seperti biasa (dicetak miring) sebagai berikut:

DSM-III (1980) edisi tiga
DSM-III-R (1987) edisi tiga, revisi
DSM-IV (1994) edisi empat
8.2.8. Ensiklopedia atau kamus
Sadie, S. (ed.). (1980). The new grove dictionary of music and musicians (6th ed., Vols. 1-20). London: Macmillan.

8.2.9. Artikel atau bab dari buku yang diedit
Massaro, D.(1992). Broading the domain of the fuzzy logical model of perception. Dalam H.L.Pick,Jr., P. van den Broek, & D.C. Knill (Eds.), Cognition: Conceptual and methodological issues (pp. 51-84). Washington, DC: American Psychological Association.

Catatan:
Urutan penulisan: nama pengarang, tahun penerbitan, judul artikel atau bab, nama editor, judul buku, halaman artikel atau bab, informasi penerbit. Yang dicetak miring adalah judul buku, bukan judul artikel.

8.2.10. Bab dalam volume berseri
Maccoby, E.E., & Martin, J. (1983). Socialization in the context of the family: Parent-child interaction. dalam P.H. Mussen (Series Ed.). & E.M. Hetheringon (Vol.Ed.), Handbook of child psychology; Vol. 4. Socialization, personality, social development (4th ed., hal. 1-101). New York: Wiley.

Catatan:
Urutkan editor buku pada posisi pertama dan editor volume pada posisi kedua sehingga paralel dengan judul buku dan judul volume. Yang dicetak miring adalah nama buku dari volume berseri tersebut.

8.3. Laporan Teknis atau Penelitian
Urutan penulisan: penulis laporan, tahun publikasi, judul laporan, penerbit.

Contoh:
Mazzero, J., Druesne, B., Raffield, P.C., Checketts, K.T., & Muhlstein, A. (1991). Comparibility of computer and paper-and pencil scores of two CLEP general examinations (Colege Board Rep. No. 91-5). Princeton, NJ: Educational Testing Service.

Catatan:
Jika laporan memiliki nomor tertentu (misal nomor laporan, nomor kontrak kerja, nomor monograf), tuliskan nomor tersebut di dalam tanda kurung setelah judul. Jangan menggunakan tanda titik di antara judul laporan dengan tulisan di dalam tanda kurung. Jangan mencetak miring tulisan di dalam tanda kurung. Jika laporan dibuat dalam dua nomor, berikan nomor yang paling mudah diidentifikasi dan diingat. Tuliskan nama penerbit secara tepat (nama departemen, kantor, perwakilan, institut yang menerbitkan laporan). Tuliskan nama departemen, kantor, atau perwakilan yang lebih tinggi hanya jika penerbit laporan tidak diketahui dengan jelas.
8.3.1. Laporan universitas
Broadbent, R.G., & Maller, R.A. (1991). Sex offending and recidivism (Tech. Rep. No.3). Nedlands, Western Australia; University of Western Australia, Crime Research Centre.

Catatan:
Jika nama negara termasuk dalam nama universitas, jangan mengulang nama negara dalam tempat lokasi. Tuliskan nama universitas dalam posisi pertama, kemudian nama departemen atau organisasi yang menerbitkan laporan.

8.3.2. Laporan dari organisasi swasta
Employee Benefit Research Institute. (1992, February). Source of health insurance and charactheristics of the uninsured (Issue Brief No. 123). Washington, DC; Author.

Catatan:
Gunakan bentuk ini untuk ringkasan laporan, laporan kerja, dan dokumen lain yang berkaitan, dan tuliskan nomor dokumen yang sesuai di dalam tanda kurung.

8.4. Laporan Rapat atau Seminar

8.4.1. Laporan yang dipublikasikan, laporan simposium
Deci, E.L., & Ryan, R.M. (1991). A motivational approach to self: Integration in personality. Dalam R. Dienstbier (Ed.), Nebraska Symposium on Motivation: Vol. 38. Perspectives on motivation  (hal. 237-288). London: University of Nebraska Press.

8.4.2. Laporan yang diterbitkan secara reguler
Cynx, J., Williams, H., & Nottebohm, F. (1992). Hemispheric differences in avian song discrimination. Proceedings of the National Academy of Sciences, USA, 89, 1372-1375.

Catatan:
Perlakukan laporan yang diterbitkan sebagai jurnal periodik. unjukkan setelah judul artikel, jika hanya abstrak yang dituliskan dalam laporan. Gunakan tanda kurung untuk menunjukkan bahwa bahan merupakan deskripsi bukan judul.

8.4.3. Makalah seminar yang tidak dipublikasikan
Lichstein, K.L., Johnson, R.S., Womack, T.D., Dean J.E., & Childers, C.K. (1990, June). Relaxation theraphy for polypharmacy use in elderly insomniacs and noninsomniacs. Dalam T.L. Rosenthal (Chair), Reducing medication in geriatric populations. Simposium dilakukan pada pertemuan the First International Congress of Behavioral Medicine, Uppsala Sweden.

8.4.4. Makalah yang dipresentasikan dalam seminar
Lanktree, C., & Briere, J. (1991, January). Early data on the Trauma Symptom Checklist for Children (TSC-C). makalah dipresentasikan pada pertemuan the American Professional Society on the Abuse of Children, San Diego, CA.

8.4.5. Poster
Ruby, J., & Fulton, C. (1993, June). Beyond redlining: Editing software that works. Poster disajikan pada pertemuan tahuan the Society for Scholarly Publishing.

8.5. Media Elektronik

8.5.1. Informasi on-line
Pengarang, I. (tanggal). Judul artikel. Nama penerbit (on-line), vol. Tunjukkan nama sumber informasi (misal, FTP: 128.112.128.1)

8.5.2. Abstrak on-line
Meyer, A.S., & Bock, K. (1992). The tip-of the-tongue phenomenon: Blocking or partial activation? [On-line]. Memory & Cognition, 20, 715-726. Abstrak dari: DIALOG File: PsycINFO Item: 80-16351.

8.5.3. Artikel jurnal on-line
Central Vein Occlusion Study Group. (1993, 2 Oktober). Central vein occlusion study of photocoagulation: Manual of operations [675 paragraf]. Online Journal of Current Clinical Trials [On-line series]. Available: Doc, No.92

8.5.4. E-mail
Funder, D.C. (1994, Maret). Judgmental process and content: Commentary on Kohler on baserate [9 paragraf]. Psycholoquy [On-line serial], 5 (17). Available e-mail: HYPERLINK mailto:psyc@pucc psyc@puccMessage: Get psyc 94-xxxxx



8.5.5. FTP
Funder, D.C. (1994, Maret). Judgemental process and content: Commentary on Koehler on baserate [9 paragraf]. Psycoloquy [On-line serial], 5, (17). Available FTP: Hostname: princeton.edu Directory: pub/harnad/Psycoloquy/EducationPolicy, Analysis Archives, (Online), Vol. 3, No. 1, HYPERLINK http://olam.ed.asu.edu/epaa/ diakses 12 Februari 1997).

8.5.6. Rujukan dari internet berupa bahan diskusi
Wilson, D. 20 November 1995. Summary of Citting Internet Sites.
NETTRAIN Discussion List, (Online).
NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu, diakses 22 November 1995).

8.5.7. Rujukan dari internet berupa karya individual
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall, W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm, (online), HYPERLINK http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html diakses 12 Juni 1996.

3.3.  Penampilan Kutipan
Terdapat beberapa ciri khusus dalam penulisan ilmiah yang perlu diperhatian:
1.    Catatan Pustaka
2.    Catatan Kaki dan Catatan Kaki Singkat
3.    Petikan Langsung dan Tak Langsung
4.    Bibliografi / Rujukan / Daftar Pustaka

3.3.1 Catatan Pustaka
Dalam penulisan ilmiah, sumber yang digunakan atau dirujuk perlu dinyatakan. Catatan tentang sumber seperti buku, majalah, jurnal atau surat kabar disebut catatan pustaka. Teknik catatan pustaka yang lazimnya digunakan adalah seperti berikut:
          Jika nama pengarang dimasukkan bersama teks, karangan yang  diisi di dalamnya tahun penerbitan dan muka surat dan perlu ditempatkan setelah nama pengarang tersebut. Tanda titik bertindih (:), dimasukkan di antara angka tahun terbitan dengan angka muka surat. Contoh:

Menurut Mohd. Nor Daud (1997: 63), ayat yang berkesan ialah satu bentuk ayat yang disokong oleh kepelbagaian dalam struktur ayat.
atau
          Hassan Ahmad (2000), juga sependapat dengan....
atau
Mengikut pandangan Saville – Troike (1986 : 52-63), peristiwa
komunikasi....

Jika dalam teks nama pengarang tidak disebut, catatan nama pengarang, tahun penerbitan dan muka surat dimasukkan di dalam kurungan dan diletakkan di hujung teks sebelum noktah. Tanda koma (,) diletakkan di antara nama pengarang dengan tahun terbit. Contoh:

          Secara umum peribahasa ialah percakapan atau ujaran yang mengandung kebijaksanaan fikiran dan pemerhatian yang tersusun dalam bentuk yang ringkas, indah, sedap didengar dan benar pada perasaan dan fikiran.
(Keris Mas, 1988 : 136)

3.3.2 Catatan Kaki
Catatan kaki ialah catatan-catatan kecil yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap teks yang ditulis. Catatan kaki ditempatkan pada bahagian bawah halaman dan dipisahkan daripada teks dengan garis panjang. Penomoran yang berurutan diberikan kepada setiap catatan kaki. Contoh:

.....kajian etimologi1 tidak dapat dipisahkan daripada kajian linguistik...
          ________________________________________________
          1. Etimologi ialah kajian tentang kata serta perubahan bentuk dan     makna.





3.3.3 Catatan Kaki Singkat
Catatan kaki singkat merupakan satu lagi kaedah menunjukkan sumber rujukan selain kaedah catatan pustaka.

ibid.             (singkatan dari ibidem, artinya sama dengan yang di atas).
Digunakan untuk catatan kaki yang sumbernya sama dengan catatan kaki yang telah disebutkan di atasnya, tanpa disela oleh sumber yang lain.

op. cit           (singkatan dari opere citato, artinya dalam buku / karya
yang telah dipetik), digunakan untuk catatan kaki dari sumber yang telah dinyatakan, tetapi telah disisipi catatan kaki lain dari sumber yang lain.

loc. cit                   (singkatan dari loco citato, artinya tempat yang telah dipetik)
kutipan diambil dari sumber dan halaman yang sama yang telah disela oleh sumber lain.

          Perhatikan contoh catatan kaki singkat yang menunjukkan sumber rujukan dan ditempatkan pada bagian bawah halaman serta dipisahkan daripadaa teks dengan garisan panjang seperti yang berikut:

1.    John Dewey, 1974. How We Think. Chicago. Henry Regnery Company. hal. 75
2.    Shaykh Hakim Moinuddin Chisti, 1985. The Book of Sufi Healing. New York. Inner Traditions International Ltd. hal. 25
3.    Ibid., hal. 45
4.    John Dewey, op.cit., hal 89.
5.    John Dwey, loc.cit.

Penggunaan catatan untuk menunjukkan sumber rujukan harus selaras dalam keseluruhan penulisan. Jika kaedah catatan pustaka yang dipilih, maka keseluruhan penulisan haruslah menggunakan kaedah ini. Sebaliknya jika kaedah catatan kaki singkat digunakan, maka keseluruhan penulisan harus menggunakan kaedah ini dengan konsisten.

3.3 Petikan Tak Langsung
Petikan tak langsung merupakan pengungkapan kembali pendapat, gagasan pokok, ringksan atau kesimpulan daripada sebuah tulisan dengan gaya penulis sendiri. Teknik menyatakan sumber informasi dalam petikan tak langsung adalah sama seperti teknik catatan pustaka.

3.4 Petikan Langsung
Petikan langsung ditulis dalam susunan kalimat asalnya tanpa perubahan dan diberi tempat tersendiri, terpisah daripada teks. Petikan langsung kadang-kadang diperlukan untuk mempertahankan keaslian penyataan yang dipetik. Petikan langsung diberi tanda petik (“ “) padanya dan diikuti oleh catatan pustaka. Biasanya petikan langsung ditulis rapat (satu spasi) ataupun dikecilkan saiz hurufnya seperti contoh yang berikut:

“segala sesuatu cakap yang pendek yang melekat di mulut orang ramai semenjak beberapa lama oleh sebab sedap dan bijak perkataannya, luas dan besar tujuannya dipakainya sebagai sebutan-esbutan orang sebagai bandingan teladan dan pengajaran”.
(Za’ba, 1965 : 165)

          Sementara Clifford dan Swettenham menyatakan hasil pemrhatian mereka iaitu:

“.......peribahasa merupakan bahasa diplomatik, amat sesuai untuk mengelakkan diri daripada terlalu berterus-terang”.
(Brown, 1951 : X)

3.5 Bibliografi
Menulis bibliografi atau daftar pustaka bermaksud menyebutkan semua sumber rujukan dan bacaan sama ada yang telah diterbitkan seperti buku, jurnal dan majalah ataupun yang belum terbit seperti kertas kerja, tesis dan disertasi. Biblografi dapat membantu pembaca mengetahui sumber-sumber yang digunakan dalam sesuatu kerja ilmiah.


Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyusunan bibliografi:

1.    Bibliografi tidak diberi nomor.
2.    Urutan nama penulis mengikut urutan huruf.
3.    Gelar penulis tidak dimasukka
4.    Bibliografi diletakkan pada bagian terakhir tulisa
5.    Nama pengarang Melayu, Cina dan India ditulis penuh dalam susunan asal tetapi pengarang Barat, hanya nama keluarga saja yang ditulis.

Urutan unsur-unsur yang ditulis dalam bibliografi ialah:
1.    Nama penulis.
2.    Tahun penerbitan.
3.    Judul – digaris atau dicetak miring.
4.    Tempat penerbitan.
5.    Nama penerbit.
BAB IV
NASKAH KARYA ILMIAH

4.1  Bagian Pembuka
Bagian pembuka karya tulis ilmiah terdiri atas:
1) Kulit Luar
2) Halaman Judul
3) Halaman Pengesahan
4) Halaman Penerimaan
5) Prakata
6) Daftar Isi
7) Daftar Tabel
8) Daftar Grafik
9) Daftar Singkatan dan Lambang
4.2  Bagian Inti
Bagian inti karya tulis ilmiah terdiri atas:
1) Bab Pendahuluan
2) Bab Pembahasan
3) Bab Kesimpulan
4.3  Bagian Penutup
Bagian penutup terdiri atas:
1)   Daftar Pustaka
2)   Indeks
3)   Lampiran

Contoh kulit luar:
PENGARUH NEOLIBERALISME TERHADAP KEBIJAKAN PRIVATISASI BUMN DI INDONESIA
(Suatu Analisis Ekonomi-Politik)


Paper
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Akademik
Mata Kuliah: Negara, Pasar dan Kesejahteraan Sosial
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Heru Nugroho/ Hakimul Ikhwan, M.A.

Disusun Oleh:
NUR SAYYID SANTOSO KRISTEVA
NIM. 08/275928/PSP/3433
PROGRAM PASCASARJANA SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2009


















1 comment:

  1. The Grand Casino - Mapyro
    The 경산 출장마사지 Grand Casino. Casino Name#. Country#. 오산 출장샵 Phone#. E-mail 남원 출장마사지 Address#. Hours#. 당진 출장샵 Casino 경주 출장마사지 Name#. Address#. Bachelorette Party#. Casino Name#. Casino

    ReplyDelete