CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Wednesday, January 16, 2013

Definisi Bahasa


PENGERTIAN BAHASA
1.      Prof. Dr. Romelan
Language is a systm of arbitrary vocal symbols by wich human being to sooperate and interact; Bahasa merupakan sutu sistem dari simbol-sibol atau lambang-lambang suara yang bersifat manasuka yang digunakan manusia dalam hubungan kerjasama dan interaksi.

2.      John B. Carrol (1953)
Bahasa adalah sistem bunyi ujaran aau rangakaian bunyi ujaran yang bersifat manasuka yang dapat digunakan dalam komunikasi interpersonal oleh sekumpulan orang.

3.      Saphir (1921)
Language is purely human and noninstinctive methode of communicating ideas, emotios, and desires by mean of  voluntarily produced symbol; atau bahasa adalah manusia yang murni dan metode non insting untuk mengkomunikasikan ide, emosi dan keinginan yang dimaksud yang dibuat melalui simbol.

4.      Hall (1968)
Language is the institution where by human communicate and interact with each other by means of habitually used oral-auditory symbols. atau bahasa adalah lembaga dimana manusia berkomunikasi dan bernteraksi satu sama lain dengan cara biasa yang digunakan lisan arbitrary simbol.

5.      Wadhaugh (1977)
Language is a system of arbitrary vocal symbols used for human communication.

6.      Webster
Bahasa adalah sarana sistematis untk mengkomunikasikan gagasan perasaan dengan menggunakan singns conventionalized suara, gerak tbuh, atau tanda yang sudah mengerti arti.

7.      Finnocchiaro (1974)
a.       Language is the means of by which result of human hought and action are pased.
b.      Language is a system of rules by which items are stored in the mind and manipulated so as to form infinite sets of combinations.
c.       Language is learned behavior
d.      Language is cultural product subject to laws and principles that are particularly unique to it and partially reflected of general properties of human mind.
e.       Language is a system arbitrary, vocal symbol which permits all people in a given  culture or other people who have learn the system of that culture, to communicate or to interact.
8.      Mansoer Pateda mengatakan bahwa bahasa tidak lain adalah bunyi-bunyi yang dikeluarkan oleh alat bicara manusia dan harus bermakna.
9.       
اللّغة هي مجموعة من الرّموز الصوتية التي يحكمها نظام معيّن والتي يتعارف أفرد مجتمع دي ثقافة معينة على دلالتها, من أجل تحقيق الاتصال بين بعضهم و بعض. (الآستاد الدكتور رشدي أحمد طعيمة).
Bahasa adalah sekumpulan simbol suara yang membentuk sistem tertentu dan salng mengenal individu dalam masyarakat yang mempunyai kebudayaan tertentu yang menunjukkan maknany, hal tu dimaksudkan untuk rnenjalin komunikasi antar satu dengan yang lain.

 

Contoh Analisis Tabulasi Silang SPSS


C. Tabulasi Silang
1. Tujuan tabulasi silang
Tabulasi silang bertujuan untuk menyajikan data dalam bentuk tabulasi yang meliputi baris dan kolom. Sebgai contoh sebuah penelitian yang mengambil wisatawan mancanegara sebagai responden. Responden berasal dari berbagai benua Asia, Amerika, Eropa, Australia, Afrika. Peneliti ingin mengetahui jumlah wisatawan yang berasal dari berbagai benua tersebut dilihat dari jenis kelamin, status perkawinan, dan jumlah kunjungan.
2. Prosedur menggunakan SPSS
a. Buka halaman baru SPSS dengan langkah-langkah sebgai berikut : file – new - data


b. Penamaan variabel
Klik variable view pada bagian kiri bawah halaman SPSS – pada kolom name ketikkan : AB ; JK ; SP ; FK (catatan : ini adalah simbol-simbol dari semua variabel) – pada kolom label ketikkan : asal benua, jenis kelamin, status perkawinan, frekuensi kunjungan
Buat pelabelan value (nilai) untuk opsi jawaban variabel yang diteliti (cara sama dengan pengolahan data frekuensi sebelumnya).
Misalkan data yang akan diolah adalah data (asal benua) dimana simbol angka 1 (asia), 2 (amerika), 3 (eropa), 4 (afrika), 5 (australia), maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut : pada kolom values baris pertama, klik pada sudut kanan none (.....) sehinggga muncul halaman values labels – ketikkan 1 pada value, ketikkan asia pada label - klik add, hasilnya akan tertulis 1.00=”asia”. Lanjutkan dengan cara yang sama untuk 2 (amerika), 3 (eropa), 4 (afrika), dan 5 (australia) – klik ok

Ulangi dengan cara yang sama untuk semua variabel : usia, kepuasan gaji, dan kinerja kerja.
Jenis kelamin : 1 (laki-laki) ; 2 (perempuan)
  
Status perkawinan : 1 (menikah) ; 2 (tidak menikah)

Frekuensi kunjungan : 1 (kurang dari 10) ; 2 (lebih dari 10 kali)


b. Input data-data untuk semua variabel
klik halaman data view pada bagian kiri bawah halaman SPSS – ketikkan data-data untuk setiap variabel
Simpan data yang telah buat dengan nama file latihan 4 (cross tab)
Melihat hasil dari pengelolaan data frekuensi tersebut dapat digunakan langkah-langkah berikut ini : klik analyze – descriptive statistics – crostabs

c. Pindahkan semua variabel
Klik asal benua (AB) – klik tanda panah untuk dipindahkan ke kolom row (s) – blok jenis kelamin, status perkawinan, dan frekuensi kunjungan – klik tanda panah untuk dipindahkan ke kolom coloumn (s) – klik ok
Simpan hasil output hasil pekerjaan dengan nama output crosstab
Hasil pengelolaan data dapat di interprestasikan sebagai berikut

Crosstabs
.
Case Processing Summary

Cases

Valid
Missing
Total

N
Percent
N
Percent
N
Percent
Asal Benua * Jenis Kelamn
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Asal Benua * Status Perkawinan
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%
Asal Benua * Frekuensi Kunjungan
10
100.0%
0
.0%
10
100.0%

Dari data di atas bias dilihat, bahwa jumlah keseluruhan data yang ada adalah 10. N=10 , dan tidak ada data yang hilang karena missing = 0.

Asal Benua * Jenis Kelamn Crosstabulation
Count






Jenis Kelamn
Total


Laki-laki
Perempuan
Asal Benua
Asia
2
0
2
Amerika
0
2
2
Eropa
1
1
2
Afrika
1
2
3
Australia
0
1
1
Total
4
6
10
Berdasarkan data di atas, dapat di lihat bahwa jumlah pengunjung perempuan  ke 5 Benua (Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia) lebih banyak dari pada jumlah laki-laki, yaitu 6 : 4.








Asal Benua * Status Perkawinan Crosstabulation
Count






Status Perkawinan
Total


Menikah
Tidak Menikah
Asal Benua
Asia
2
0
2
Amerika
0
2
2
Eropa
2
0
2
Afrika
1
2
3
Australia
0
1
1
Total
5
5
10
            Dari data di atas dapat dilihat, bahwa jumlah pengunjung ke 5 Benua tersebut imbang antara jumlah pengunjung yang berstatus Menikah dan yang  Belum Menikah, yaitu 5 : 5.











Asal Benua * Frekuensi Kunjungan Crosstabulation
Count






Frekuensi Kunjungan
Total


< 10 kali
> 10 kali
Asal Benua
Asia
1
1
2
Amerika
1
1
2
Eropa
0
2
2
Afrika
1
2
3
Australia
1
0
1
Total
4
6
10
            Dari data tersebut dapat dilihat bahwa para pengunjung banyak yang melakukan kunjungan lebih dari 10x. perbandingannnya yaitu 4 : 6.

Kesimpulan
Dari kumpulan data di atas, jumlah dari 10 orang pengunjung yang berkunjung ke 5 Benua ( Asia, Amerika, Eropa, Afrika, Australia) ,
3 orang di antaranya  melakukan kunjungan ke Afrika yang terdiri dari 1 orang laki-laki yang sudah menikah yang melakukan kunjungan < 10x dan 2 orang perempuan yang belum menikah yang melakukan kunjungan > 10x.
Hanya 1 orang saja yang melakukan kunjungan ke Australia, yaitu seorang perempuan yang belum menikah yang melakukan kunjungan sebanyak < 10x.
2 orang ke Asia, laki-laki semua dan sudah menikah, yang satu melakukan kunjungan < 10x dan yang satunya > 10x.
2 orang ke Amerika, semua perempuan dan belum menikah, yang satu melakukan kunjungan < 10x, dan yang satunnya >10x.
2 orang ke Eropa, 1 laki-laki dan 1 perempuan, keduanya sudah menikah dan melakukan kunjungan > 10x.
Jadi, jumlah keseluruhan pengunjung adalah 10 orang (N=10).