DASAR-DASAR
PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH
²Ilmu tidak boleh
menjadi kesenangan untuk diri sendiri. Buku-buku adalah budak saya dan,
makannya harus melayani kemauan saya. Orang-orang yang memiliki nasib baik
terjun dalam pencarian ilmu pertama-tama harus menempatkan pengetahuannya demi
kepentingan kemanusiaan. Manusia jenius adalah yang menenggelamkan pemikiranya
kedalam buku dan realitas sosial. (Karl Marx). ²Even the
criminal thought of a metafactore has more grandeus and nobility than the
wonders of the heavens—bahkan pikiran jahat seorang penjahat lebih mulia dan
berharga daripada keajaiban surga (G.W.F. Hegel). ²Saya menanyakan
tentang kreasi absurd yang saya inginkan dari aneka pemikiran—pemberontakan,
kebebasan dan keragaman. Hasil pemikiran mengembang menjadi imaji-imaji (images).
(Albert Camus). ²Menulis itu
merupakan suatu usaha; karena para penulis adalah makhluk yang hidup sebelum
kemudian menjadi mayat; karena kita berfikir bahwa kita harus sedapat mungkin mencoba menulis.
(Jean-Paul Sartre). ²Saya mulai
memperhatikan Brazil, lantas menganalisis praktik yang saya lakukan sehingga
saya menemukan konteks baru dari realitas. Saya berfikir secara dialektis tidak
hanya membicarakan tentang dialektika. (Paulo Freire)
Oleh:
Nur Sayyid
Santoso Kristeva, S.Pd.I
Alumnus Fakultas
Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
Mahasiswa
Program Pascasarjana (S.2) Sosiologi FISIPOL UGM
Direktur
Institute for Philosophycal and Social Studies (INPHISOS) Yogyakarta
E-Mail:
nuriel.ugm@gmail.com / skristeva@gmail.com
Website:
www.nursayyidsantoso.blogspot.com /
www.sosiologidialektis.wordpress.com
Cp. (0282)
540437 / Hp. 085 647 634 312
Dipresentasikan
pada Pelatihan Penulisan Karya Tulis Ilmiah
BEM-J PAI UIN
Sunan Kalijaga Yogyakarta
Yogyakarta, 3
Oktober 2009
BAB I
PENDAHULUAN
1.1.
Pengantar
Suatu karya ilmiah (scientific
paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil
penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim yang
memenuhi kaidah dan etika keilmuan penulisan ilmiah yang dikukuhkan dan ditaati
oleh masyarakat keilmuan akademis. Terdapat berbagai jenis karangan ilmiah,
antara lain laporan penelitian, makalah kuliah, makalah seminar atau simposium,
artikel jurnal, yang pada dasarnya kesemuanya itu merupakan produk dari
kegiatan ilmiah. Data, kesimpulan, dan informasi lain yang terkandung dalam
karya ilmiah tersebut dijadikan acuan (referensi) bagi ilmuwan lain
dalam melaksanakan penelitian atau pengkajian selanjutnya.
Di perguruan tinggi, jenjang S1, S2
dan S3 mahasiswa dilatih untuk menghasilkan karya ilmiah, seperti makalah,
laporan praktikum, dan Skrispsi, Tesis dan Disertasi. Skripsi, Tesis dan
Disertasi.umumnya merupakan laporan penelitian literatur atau lapangan (field
work reseacrh) yang dilakukan cukup mendalam. Sementara itu makalah yang
ditugaskan kepada mahasiswa lebih merupakan simpulan dan pemikiran ilmiah
mahasiswa berdasarkan penelaahan terhadap karya-karya ilmiah yang ditulis
pakar-pakar dalam bidang persoalan yang dipelajari. Penyusunan laporan
praktikum ditugaskan kepada mahasiswa sebagai wahana untuk mengembangkan
kemampuan menyusun laporan penelitian. Dalam beberapa hal ketika mahasiswa
melakukan praktikum, ia sebetulnya sedang melakukan “verifikasi”
terhadap proses penelitian yang telah dikerjakan ilmuwan sebelumnya. Kegiatan
praktikum didesain pula untuk melatih keterampilan dasar untuk melakukan
penelitian.
1.2.
Jenis-jenis Karya Ilmiah
Ada berbagai definisi tentang karya
ilmiah. Dikemukakan oleh Brotowidjoyo (1985: 8-9), “Karya ilmiah adalah
karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi
penulisan yang baik dan benar”. Dalam hal ini ciri khusus karya ilmiah harus
ditulism secara jujur dan akurat berdasarkan kebenaran tanpa mengingat
akibatnya. Kebenaran dalam karya ilmiah itu adalah kebenaran yang
objektif-positif, sesuai dengan data dan fakta di lapangan, dan bukan kebenaran
yang normatif. Perbedaan istilah karya-karya ilmiah adalah sebagai berikut:
Makalah adalah karya tulis ilmiah
yang menyajikan suatu masalah yang pembahasannya berdasarkan data di lapangan
yag bersifat empiris-objektif. Makalah menyajikan masalah dengan melalui proses
berfikir deduktif dan induktif. Makalah biasanya disusun untuk melengkapi
tugas-tugas ujian mata kuliah tertentu untuk memberikan pemecahan tentang suatu
masalah secara ilmiah.
Kertas kerja, seperti halnya
makalah, adalah karya tulis ilmiah yang menyajikan sesuatu berdasarkan data di
lapangan yang bersifat empiris-objektif. Analisis dalam kertas kerja lebih serius
daripada dalam makalah. Kertas kerja disajikan dalam suatu seminar atau
lokakarya. Jadi tujuannya untuk dipresentasikan dalam pertemuan ilmiah.
Skripsi adalah karya tulis ilmiah
yang mengemukakan pendapat penulis berdasarkan pendapat orang lain. Pendapat
yang diajukan harus didukung oleh data dan fakta empiris-objektif, baik
berdasarkan penelitian langsung (observasi lapangan) maupun penelitian tidak
langsung (studi kepustakaan). Skripsi biasanya untuk melengkapi syarat guna
memperoleh gelar sarjana muda/ diploma atau sarjana dan penyusunannya dibimbing
oleh dosen atau tim yang ditunjuk oleh suatu lembaga pendidikan tinggi. Dengan
demikian, data atau fakta boleh didasarkan pada pengalaman empiris, hasil kerja
lapangan (fieldwork) atau diperoleh dari data kepustakaan.
Tesis adalah karya tulis ilmiah yang
sifatnya lebih mendalam dari pada skripsi. Tesis akan mengemukakan pengetahuan
baru yang diperoleh dari penelitian sendiri. Karya tulis ini akan
memperbincangkan pengujian terhadap satu hipotesis atau lebih. Dengan kata lain
tesis adalah karya tulis ilmiah yang membahas suatu pernyataan atau teori yang
didukung oleh sejumlah argumen yang dapat dipertanggungjawabkan. Tesis ditulis
untuk melengkapi ujian sarjana strata dua.
Disertasi adalah karya tulis ilmiah
yang mengemukakan suatu dalil yang dapat dibuktikan oleh penulis berdasarkan
data dan fakta yang sahih dengan analisis yang terinci. Dalil yang dikemukakan
dipertahankan oleh penulis dari sanggahan-sanggahan senat guru besar/ penguji
suatu pendidikan tinggi. Disertasi ini berisi suatu temuan penulis sendiri,
yang berupa temuan orisinal. Disertasi ditulis untuk memperoleh gelar doktor.
1.3.
Manfaat Penyusunan Karya Ilmiah
Menurut Sikumbang (1981: 2-5)
minimal ada enam manfaat yang diperoleh dari kegiatan penulisan karya tulis
ilmiah, sebagai berikut:
1. Penulis akan terlatih
mengembangkan ketrampilan membaca yang efektif karena sebelum menulis karya
tulis ilmiah, ia harus membaca dahulu kepustakaan yang ada relevansinya dengan
topik yang akan dibahas.
2. Penulis akan terlatih
menggabungkan hasil bacaan dari berbagai sumber literatur, kemudian mengambil
sarinya dan mengembangkannya ke tingkat pemikiran yang lebih matang.
3. Penulis akan
berkenalan dengan kegiatan perpustakaan, seperti mencatat bahan bacaan dalam
katalog pengarang atau katalog judul buku.
4. Penulis dapat
meningkatkan ketrampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara
jelas dan sistematis.
5. Penulis memperoleh
kepuasan intelektual.
6. Penulis dapat
memperluas cakrawala ilmu pengetahuan masyarakat.
1.4.
Tujuh Macam Sikap Ilmiah
Penulis karya tulis ilmiah
sepatutnya memiliki sikap-sikap ilmiah agar karyanya dapat
dipertanggungjawabkan, baik kepada isntitusi akademik, masyarakat dan diri
sendiri. Menurut Brotowidjojo (1985: 33-34), orang yang berjiwa ilmiah adalah
orang yag memiliki tujuh macam sikap ilmiah. Ketutuh macam sikap tersebut
adalah (1) sikap ingin tahu, (2) sikap kritis (3) sikap terbuka, (4) sikap
objektif, (5) sikap rela menghargai karya orang lain, (6) sikap berai
mempertahankan kebenaran, dan (7) sikap menjangkau kedepan.
BAB II
TAHAP-TAHAP PENYUSUNAN KARYA ILMIAH
2.1 Pengantar
Pada dasarnya dalam penyusunan karya
ilmiah terdapat lima tahap, yaitu (1) persiapan, (2) pengumpulan data, (3)
pengorganisasian atau pengonsepan, (4) pemeriksaan atau penyuntingan, (5)
penyajian atau pengetikan.
Yang termasuk tahap persiapan adalah
(a) pemilihan masalah, (b) penentuan judul, dan (c) pembuatan kerangka
karangan. Yang termasuk tahap pengumpulan data adalah (a) pencarian keterangan
dari bahan bacaan, seperti buku, majalah, surat kabar, (b) pengumpulan
keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang akan dikerjakan,
pengamatan langsung ke objek yang akan diteliti, (c) percobaan dan pengujian di
lapangan atau laboratorium. Yang termasuk tahap pengorganisasian atau
pengonsepan adalah (a) pengelompokan bahan, (b) pengonsepan. Yang termasuk
tahap pemeriksaan atau penyuntingan konsep adalah pembacaan atau pengecekan
kembali naskah. Perlu dikoreksi pemakaian bahasa yang kurang efektif, baik dari
segi penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf,
maupun segi penerapan kaidah ejaan. Dan yang termasuk tahap penyajian adalah
pegetikan hasil penelitian.
2.2 Tahap Persiapan
(a) Pemilihan Masalah.
Topik
atau masalah adalah pokok pembicaraan. Dalam hubungannya dengan topik yang akan
diangkat, Keraf (1980: 111) mengatakan penyusunan karya ilmiah lebih baik
menulis sesuatu yang menarik perhatian dengan pokok persoalan yang benar-benar
diketahui daripada sebaliknya. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih
topik adalah; topik yang dipilih terpusat pada suatu segi lingkup yang sempit
da terbatas. Topik yang dipilih memiliki data dan fakta yang obyektif. Topik
yang dipilih harus memiliki sumber acuan dan memiliki bahasa kepustakaan yang
akan memberikan informasi tentang pokok masalah yang akan ditulis.
(b) Pembatasan topik dan penentuan Judul.
Jika
topik sudah ditentukan dengan pasti sesuai dengan petunjuk, tinggal kita
menguji lagi apakah topik tersebut sudah sempit dan terbatas. Kemudian
penentuan judul dapat ditempuh dengan melontarkan pertanyaan-pertanyaan masalah
apa, mengapa, bagaimana, di mana, dan mengapa.
Contoh:
Topik:
Kapitalisme Pendidikan
Judul:
“Pengaruh Globalisasi dan Kapitalisme Pendidikan terhadap Kebijakan Pendidikan
di Indonesia.”
Topik:
Filsafat Pendidikan
Judul:
“Konsepsi Filsafat Pendidikan Kritis dalam Pemikiran Paulo Freire dan Fazlur
Rahman.”
(c) Pembuatan Kerangka Karangan.
Kerangka
karangan disebut juga out-line. Penyusunan kerangka pada prinsipnya
adalah proses penggolongan dan penataan berbagai fakta, yang kadang-kadang
berbeda jenis dan sifatnya, menjadi kesatuan yang berpautan (Moeliono, 1988:
1).
Contoh:
BAB
I PENDAHULUAN
- Latar Belakang
Masalah
- Rumusan Masalah
- Tujuan
Penulisan
- Kegunaan
Penelitian
- Metode
Penelitian
- Kerangka
Teoretik
- Tinjauan
Pustaka
- Sistematika
Penulisan
BAB
II PEMBAHASAN
BAB
III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran-saran
C.
Kata Penutup
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
DAFTAR
TABEL
2.3 Pengumpulan Data
Pengumpulan data sebenarnya
tergantung pada jenis penelitan yang digunakan, apakah menggunakan jenis
penelitian kuantitatif atau kualitatif. Langkah dalam pengumpulan data adalah
mencari informasi mengenai hal-hal yang ada relevansinya dengan topik yang
diangkat penulis. Selain informasi dari kepustakaan data lapangan dapat
dikumpulkan melalui pengamatan, wawancara dan eksperimen.
2.4 Pengorganisasian/ Pengonsepan
Jika data sudah terkumpul,
penyusunan, menyeleksi dan mengorganisasi data tersebut. Penyusunan harus
menggolongkan data menurut jenis, sifat atau bentuk. Penyusuan menentukan mana
yang akan dibicarakan kemudian. Penyusun harus mengolah dan menganalisis data
primer atau sekunder.
2.5 Pemeriksaan/ Penyuntingan
Sebelum mengetik konsep, penyusun
memeriksa dulu konsep tersebut. Tentu ada bagian yang tumpang tindih. Secara
ringkasnya pemeriksaan konsep mencakup pemeriksaan isi karya tulis ilmiah dan
cara penyajian karya tulis ilmiah, termasuk penyuntingan bahasa yang digunakan.
2.6 Pengetikan/ Penyajian
Dalam mengetik naskah, penyusun
hendaklah memperhatikan segi kerapihan dan kebersihan. Penyusun memperhatikan
tata letak unsur-unsur dalam karya tulis ilmiah. Misalnya mulai dari halaman
judul, daftar isi, penulisan catatan kaki dan unsur-unsur dalam daftar pustaka.
BAB III
SISTEMATIKA PENULISAN KARYA ILMIAH
3.1 Pengantar
Walaupun tiap-tiap perguruan tinggi
memiliki ketentuan masing-masing tentag prosedur pembuatan karya tulis ilmiah,
pada dasarnya sistem penulisannya sama. Penulisan sistem karya ilmiah itu
menyangkut (1) bentuk karya ilmiah, (2) bagian-bagian karya tulis ilmiah.
Bentuk karya tulis ilmiah mencakup (a) bahan yang digunakan, (b) perwajahan,
(c) penomoran halaman. Bagian-bagian karya ilmiah meliputi; (a) judul karya
tulis ilmiah, (b) judul bab-bab karya tulis ilmiah, (c) judul anak bab, (d)
judul label, grafik, bagan, gambar, (e) daftar pustaka, (f) lampiran.
3.2 Penyajian
I.
Bahan dan Ukuran Kertas
Bahan dan ukuran
meliputi: naskah/kertas, sampul, warna sampul dan ukuran.
1.1.
Naskah/Kertas
Naskah dibuat di atas
kertas HVS berwarna putih dengan berat 80 gr dan tidak boleh ada berat kertas
yang berbeda serta diketik tidak bolak-balik. Untuk ujian skripsi boleh
menggunakan 60 gr, namun yang dikumpulkan setelah ujian harus 80 gr.
1.2.
Sampul
Sampul dibuat dari
kertas buffalo atau yang sejenis dan diperkuat dengan karton dan dilapisi
plastik. Tulisan yang dicetak dalam sampul harus sama dengan tulisan pada
halaman judul dengan menggunakan tinta emas.
1.3.Warna
Sampul
Sampul untuk cover berwarna
ungu disesuaikan dengan lambang UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta
1.4.
Ukuran
Ukuran naskah/kertas
adalah 210 mm x 297 mm atau sama dengan naskah/kertas ukuran A4.
II.
Pengetikan
Pada bagian ini akan
menguraikan tata cara pengetikan skripsi yang meliputi: jenis huruf, bilangan
dan satuan, jarak baris, batas tepi, pengisian ruangan, alinea baru, permulaan
kalimat, judul dan sub-judul, perincian ke bawah, dan letak simetris dan
penggunaan huruf cetak miring (italic).
2.1. Jenis Huruf
Naskah wajib diketik
dengan komputer menggunakan huruf baku, yaitu Times New Roman dengan
ukuran huruf 12. Untuk seluruh naskah dipakai jenis huruf yang sama.
2.2. Bilangan
dan Satuan
a. Bilangan diketik
dengan angka, misalnya: 10 g, 20 cm (tanpa titik). Namun khusus permulaan
kalimat harus ditulis dengan ejaan huruf, misalnya: sepuluh gram, sepuluh senti
meter dan seterusnya.
b. Bilangan desimal
ditandai dengan tanda koma (,) bukannya tanda titik (.). Misalnya: 5,5 kg
bukannya 5.5 kg.
c. Satuan dinyatakan
dengan singkatan resminya dan diakhiri dengan tanpa tanda titik (.), misalnya:
kg, g, m, cal.
2.3.
Jarak Baris
Jarak antara 2 baris
dibuat dua spasi. Namun untuk hal-hal berikut ini seperti: abstrak, kutipan
langsung, judul daftar (tabel) dan gambar yang lebih dari satu baris dan daftar
pustaka diketik 1 (satu) spasi.
2.4.
Batasan Tepi Pengetikan
a. Tepi atas/ Margin
atas : 4 cm
b. Tepi bawah/ Margin
bawah : 3 cm
c. Tepi kiri/ Margin
kiri : 4 cm
d. Tepi kanan/ Margin
kanan : 3 cm
2.5.
Pengisian Ruangan
Ruangan yang terdapat
dalam halaman naskah harus terisi penuh, artinya pengetikan harus mulai dari
batas tepi kiri sampai ke batas tepi kanan, dan jangan sampai ada ruangan yang
terbuang. Perkecualian apabila akan mulai dengan alinea baru, persamaan,
daftar, gambar, sub judul, atau hal-hal khusus lainnya.
2.6.
Alinea Baru
Pengetikan alinea baru
diawali dari ketikan ke–6 dari batas margin sisi kiri.
2.7.
Permulaan Kalimat
Bilangan atau lambang
atau rumus yang memulai suatu kalimat harus dieja ke dalam huruf. Misal:
Lima belas anak hilang
di Pantai Kuta
Bukannya
15 anak hilang di
Pantai Kuta
2.8.
Judul, sub judul, anak sub judul, dan lain-lain.
2.8.1. Judul harus
ditulis sepenuhnya dengan huruf kapital dan diatur supaya simetris dengan jarak
4cm dari tepi atas tanpa diakhiri tanda titik dan menggunakan huruf Romawi.
Ukuran hurufnya Times New Roman 14.
2.8.2. Sub judul
diketik mulai di sisi kiri dan ditebalkan. Semua kata dimulai dengan huruf
kapital, kecuali kata penghubung (seperti: dan, dengan, atau) dan kata depan
(seperti: di, ke, dari, dalam, terhadap), dan tanpa diakhiri dengan titik.
Kalimat pertama setelah sub judul dimulai dengan alinea baru.
2.8.3. Anak sub judul
diketik mulai dari batas tepi kiri dan diluruskan dengan kata pertama
sub-judul, tetapi hanya huruf yang pertama saja yang berupa huruf besar tanpa
diakhiri dengan titik. Kalimat pertama sesudah anak sub judul dimulai dengan
alinea baru.
2.8.4. Sub anak sub
judul diketik mulai dari batas tepi kiri pada ketikan ke–6 diikuti dengan titik
dan diketik dengan huruf miring. Kalimat pertama yang menyusul kemudian diketik
terus ke belakang dalam satu baris sub anak judul. Kecuali itu sub anak judul
dapat juga ditulis langsung berupa kalimat, tetapi yang berfungsi sebagai sub
anak judul ditempatkan paling depan dan diberi garis bawah.
2.9.
Rincian ke Bawah
Jika pada penulisan
naskah ada rincian yang harus disuusn ke bawah, pakailah nomor urut dengan
angka atau huruf sesuai dengan derajat rincian. Penggunaan tanda garis
penghubung (-) yang ditempatkan di depan rincian tidak dibenarkan.
2.10.
Letak Simetris
Gambar, tabel
(daftar), persamaan, judul, dan sub judul ditulis simetris terhadap tepi kiri
dan kanan pengetikan.
2.11.
Penggunaan Huruf Cetak Miring (italic)
Penggunaan huruf cetak
miring (italic), dipakai apabila:
1) Menggunakan
istilah, kata atau singkatan yang berasal dari kata asing.
Contoh: self
efficacy, win-win solutions, dan lain-lain.
2)
Judul dari sebuah
buku, publikasi secara perodik atau dalam bentuk microfilm.
Contoh: American
Psychologist
3)
Nama dari spesies dan
varitas
Contoh: Macaca
mulatta
4)
Huruf yang digunakan
dalam lambang statistik atau matematika
Contoh: t tes, a/b
= c/d, F (1,53) = 9
5)
Nilai tes atau skala
Contoh: MMPI scales
6)
Daftar referensi dari
nomer volume jurnal secara periodic
Contoh: 26, 47-67
Jangan menggunakan
huruf cetak miring (italic) apabila:
1) Istilah-istilah
yang dipakai dalam kimia
Contoh: Na Cl, LSD
2) Istilah-istilah
dalam trigonometri
Contoh: sin, tan, log
3) Huruf-huruf Yunani
Contoh: â
III.
Penomoran
Pada bagian ini dibagi
menjadi penomoran antara lain: halaman, tabel (daftar), gambar, dan persamaan:
3.1.
Halaman
Bagian awal laporan,
mulai halaman judul sampai ke abstrak penelitian, diberi nomor halaman dengan
angka romawi kecil. Bagian utama dan bagian akhir, mulai dari pendahuluan
hingga halaman terakhir (lampiran), memakai angka Arab sebagai nomor halaman. Nomor
halaman ditempatkan di sebelah kanan atas. Kecuali kalau ada judul atau bab pada
bagian atas halaman itu penomoran halaman ditulis di sebelah kanan bawah. Penomoran
halaman daftar pustaka langsung menyambung ke halaman lampiran. Nomor halaman
diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan 1,5 cm dari tepi atas dan tepi bawah.
3.2.
Tabel (daftar)
Tabel (daftar) diberi
nomor urut dengan angka Arab.
3.3.
Gambar
Gambar dinomori dengan
angka Arab
3.4.
Persamaan
Nomor urut persamaan
yang berbentuk rumus matematika, reaksi kimia, dan lain-lain ditulis dengan
angka Arab di dalam kurung dan ditempelkan di dekat batas tepi kanan.
Misalnya:
Y=bx1+bx2 – C
(masuk 6 ketikan dari
tepi kiri )
IV.
Daftar Tabel dan Gambar
4.1.
Tabel (daftar)
Nomor tabel (daftar)
yang diikuti dengan judul ditempatkan simetris di atas tabel (daftar) tanpa
diakhiri dengan tanda titik. Tabel (daftar) tidak boleh dipenggal, kecuali
kalau memang panjang, sehingga tidak memungkinkan untuk diketik dalam satu
halaman. Pada halaman lanjutan tabel (daftar) dicantumkan nomor tabel (daftar)
dan kata lanjutan, tanpa judul. Kolom-kolom diberi nama dan dijaga agar
pemisahan antara yang satu dengan yang lainnya cukup tegas.
Jika tabel (daftar)
lebih besar dari ukuran lebar kertas sehingga harus dibuat memanjang kertas,
maka bagian atas tabel harus diletakkan di sebelah kiri kertas. Diatas dan di
bawah tabel (daftar) dipasang garis batas, agar terpisah dari uraian pokok
masalah. Tabel (daftar) diketik simetris. Tabel (daftar) yang lebih dari 2
(dua) halaman harus dilipat dan ditempatkan pada lampiran.
4.2.
Gambar
Bagan, grafik, peta,
diagram, dan foto semuanya disebut sebagai gambar (tidak dibedakan). Nomor
gambar yang diikuti dengan judul diletakkan simetris di bawah gambar tanpa
diakhiri dengan titik. Gambar tidak boleh dipenggal. Setiap gambar/rumus harus
diberi keterangan dengan jarak 1 (satu) spasi. Keterangan gambar dituliskan
pada tempat-tempat yang lowong di dalam gambar dan jangan pada halaman lain, karena
jika dituliskan pada halaman lain bisa menyulitkan pembaca gambar tersebut.
Apabila gambar dilukis
melebar sepanjang tinggi kertas, maka bagian atas gambar harus diletakkan di
sebelah kiri kertas. Ukuran gambar (lebar dan tingginya) diusahakan supaya
sewajar-wajarnya (jangan terlalu gemuk atau terlalu kurus).
Skala pada grafik harus
dibuat agar mudah dipakai untuk mengadakan interpolasi dan ekstrapolasi. Bagan
dan grafik dibuat dengan tinta hitam yang tidak larut dalam air dan garis
lengkung grafik dibuat dengan bantuan jangka dan letak gambar diatur supaya
simetris.
V.
Bahasa
1. Bahasa yang
dipakai.
Bahasa yang dipakai
ialah bahasa Indonesia yang baku (berpola Subjek–Predikat) dan supaya lebih
sempurna ditambah dengan Objek–Keterangan.
2. Bentuk Kalimat
Kalimat-kalimat tidak
boleh menampilkan orang pertama dan orang kedua (seperti: aku, engkau, saya,
kami, kita, dan lain-lainnya). Tetapi disusun dalam kalimat pasif. Pada
penyajian ucapan terima kasih pada prakata kata saya diganti dengan penulis.
3. Istilah
Istilah yang dipakai
ialah istilah Indonesia atau yang sudah di-Indonesiakan. Jika terpaksa harus
memakai istilah asing, ketiklah dalam huruf cetak miring (Italic) dengan
diberi penjelasan artinya.
4. Beberapa kesalahan
yang sering terjadi dalam penulisan
a) Kata penghubung
seperti sehingga dan sedangkan tidak boleh dipakai sebagai kata di permulaan
kalimat.
b) Kata depan seperti
pada, sering dipakai tidak pada tempatnya, misalnya diletakkan di depan subjek
kalimat. Hal ini akan merusak pola atau susunan kalimat.
c) Kata dimana dan
dari kerap kurang tepat pemakaiannya, dan diperlakukan tepat seperti kata where
dan of dalam bahasa Inggris. Dalam bahasa Indonesia bentuk yang
demikian tidak merupakan susunan kalimat yang baku.
d) Awalan ke- dan di-
harus dibedakan dengan kata depan ke dan di.
Misalnya: Kehendak,
dimakan lain dengan ke kanan, di atas.
e) Tanda baca harus
digunakan secara tepat.
Para mahasiswa juga
dianjurkan untuk membaca ketentuan-ketentuan dalam penulisan seperti yang
dicantumkan dalam Ejaan Yang
Disempurnakan (EYD).
VI.
Penulisan Tanda Baca.
Penulisan tanda baca
mengikuti kaidah ejaan yang benar. Berikut ini beberapa kaidah penting yang
perlu diperhatikan. Tanda titik (.), titik dua (:), tanda tanya (?), dan tanda
persen (%) diketik rapat dengan kata yang mendahuluinya.
Tidak
Baku Baku
Sampel diambil secara
acak . Sampel diambil
secara acak.
Data dianalisis ,
dengan teknik Data dianalisis,
dengan teknik
… sebagai berikut : … sebagai berikut:
Benarkan hal itu ? Benarkah hal itu?
Jumlahnya sekitar 20 %
Jumlahnya sekitar 20%
Tanda kutip (“…”) dan
tanda kurung ( ) diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa yang diapit.
Tidak
Baku Baku
Keempat kelompok “
sepadan ”. Keempat kelompok “sepadan”.
Tes baku ( standardized
). Tes baku (standardized).
Tanda hubung (-) dan
garis miring (/) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya dan
mengikutinya.
Tidak
Baku Baku
Tidak berbelit - belit
Tidak berbelit-belit
Pada tahun 1968 -
1970. Pada tahun 1968-1970.
Dia tidak / belum
mengaku. Dia tidak/belum
mengaku.
Tanda sama dengan (=),
lebih besar (>), lebih kecil (<), penambahan (+), pengurangan (-),
perkalian (x), dan pembagian (:), diketik dengan satu spasi ketukan sebelum dan
sesudahnya.
Tidak
Baku Baku
p=0.05 p = 0.05
p>0.01 p > 0.01
p<0.05 p <
0.05
a+b=C a + b = C
a:b=d a : b = d
VII.
Penulisan nama
Penulisan nama
mencakup nama penulis yang diacu dalam uraian, daftar pustaka, nama yang lebih
dari 2 (dua) orang, nama dengan garis penghubung, nama yang diikuti dengan
singkatan, dan derajat kesarjanaan.
7.1.
Nama penulis yang diacu dalam uraian.
Penulis yang namanya
diacu dalam uraian hanya disebutkan nama akhirnya saja, dan kalau lebih dari 2
(dua) orang, hanya nama akhir penulispertama yang dicantumkan diikuti dengan
dkk atau et. al.
Contoh:
Menurut Trinadis
(1997:21) ………….
Strategi kajian
lapangan yang non–eksperimental itu (Flanagan dan
Dipboye, 1981:22-23) …………….
Isu penting mengenai
kepuasan kerja adalah bahwa kepuasan kerja
berhubungan dengan
proses sosial (Seashore, dkk., 1981:67-68).
7.2.
Nama penulis dalam daftar pustaka.
Dalam daftar pustaka,
semua penulis harus dicantumkan namanya, dan tidak boleh hanya penulis pertama
ditambah dkk atau et. al. saja.
Contoh:
Seashore, S.E.,
Lawler, E.E., Mervis, P., dan Camman, C. (1981).
Tidak
boleh hanya
Seashore, S.E., dkk
atau Seashore, S.E. et al. (1981).
7.3.
Nama penulis lebih dari satu suku kata.
Jika nama penulis
lebih dari 2 (dua) suku kata atau lebih, cara penulisannya ialah nama akhir
diikuti dengan koma, singkatan nama depan, tengah, dan seterusnya, yang
semuanya diberi titik, atau nama akhir diikuti dengan suku kata nama depan,
tengah dan seterusnya.
Contoh:
Sutan Takdir
Alisyahbana ditulis Alisyahabana, S.T.
Jika penulisnya nama
Indonesia, dan sulit kita membedakan antara nama keluarga dan bukan nama
keluarga, maka dalam tata cara penulisan skripsi ini perlu ditetapkan seperti
penulisan lainnya.
7.4.
Nama dengan garis penghubung.
Kalau nama penulis
dalam sumber aslinya ditulis dengan garis penghubung (-) di antara dua suku
katanya, maka keduanya dianggap sebagai satu kesatuan.
Contoh:
Suryanti-Suryanto
ditulis Suryanti-Suryanto
7.5.
Nama yang diikuti dengan singkatan.
Nama yang diikuti
dengan singkatan, dianggap bahwa singkatan itu enjadi satu dengan kata yang ada
di depannya.
Contoh:
Mawardi, A.I. ditulis
Mawardi, A.I
William D.Boss Jr. ditulis
Ross Jr., W.D.
7.6.
Derajat Kesarjanaan.
Segala bentuk derajat
atau gelar kesarjanaan tidak boleh dicantumkan alam penulisan.
VIII.
Penulisan Daftar Pustaka
Penulisan daftar
pustaka ditulis sesuai tata tulis menurut acuan ublication Manual of the
American Psychological Association (2001, 5th ed.) dan disusun secara
alfabetis dari nama akhir penulis utama.
8.1.
Terbitan Periodik
a. Urutan penulisan:
nama penulis, tahun penerbitan, nama artikel, nama jurnal, volume jurnal, nomor
jurnal, halaman artikel.
b. Huruf besar hanya
ditulis pada huruf pertama judul dan sub judul (jika ada), dan nama diri;
jangan menggaris bawahi judul dan memberikan tanda petik di antaranya. Nama
jurnal dicetak miring (italic).
c. Tuliskan juga
informasi non rutin yang penting untuk identifikasi dan tuliskan dalam tanda
kurung segera setelah judul artikel (contoh, [surat untuk editor]). Tanda
kurung menandakan deskripsi bentuk, bukan judul.
d. Akhiri penulisan
dengan tanda titik.
8.1.1.
Artikel jurnal (satu pengarang)
Bekerian, D.A. (1993). In search of
the typical eyewitness. American Psychologist, 48, 574-576.
8.1.2.
Artikel jurnal (dua pengarang), jurnal berdasarkan masalah
Klimoski, R., & Palmer, S.
(1993). The ADA and the hiring process in organizations. Consulting
Psychology Journal: Practice and Research, 45 (2), 10-36.
8.1.3.
Artikel jurnal (tiga sampai lima pengarang)
Borman, W.C., Hanson, M.A., Oppler,
S.H., Pulakosa, E.D., & White, L.A. (1993). Role of early supervisory
experience in supervisor performance. Journal of Applied Psychology, 78,
443-449.
Catatan:
Dalam teks, setiap
kali gunakan cara penulisan sebagai berikut:
(Borman, dkk., 1993)
8.1.4.
Artikel jurnal, enam atau lebih pengarang
Kneip, R.C., Delamanter, A.M.,
Ismond, T., Milford, C., Salvia, L., & Schwarz, D (1993). Self and spouse
rating of anger and hostility as predictors of coronary heart disease. Health
Psychology, 12, 301-307.
Catatan:
Dalam teks, setiap
kali gunakan cara penulisan sebagai berikut: (Kneip,
dkk., 1993)
8.1.5.
Artikel jurnal yang sedang diterbitkan
Zuckerman, M., &
Kieffer,S.C., (dalam penerbitan). Race differences in face-ism: Does facial
prominence imply dominance? Journal of Personality and Social Psychology.
Catatan:
Jangan menuliskan
tahun, volume, atau nomor halaman sampai artikel diterbitkan. Di dalam teks,
gunakan cara penulisan kutipan sebagai berikut: (Zuckerman & Kieffer, dalam
penerbitan). Jika kepustakaan lain dari pengarang yang sama (atau urutan sama
untuk beberapa pengarang) ada dalam daftar pustaka, tempat judul artikel yang
sedang diterbitkan setelah kepustakaan yang telah diterbitkan. Jika lebih dari
satu artikel yang sedang diterbitkan, urutkan kepustakaan berdasarkan kata
pertama setelah elemen tanggal, dan berikan tambahan huruf setelah elemen
tanggal (contoh, dalam penerbitan –a)
8.1.6.
Artikel majalah
Setyarini, L. (1997, 11-24 Januari).
Kiat praktis memilih TK. Ayahbunda, 01, 24.
Catatan:
Tuliskan tanggal yang
ada dalam publikasi-bulan untuk majalah bulanan, tanggal dan bulan untuk
majalah mingguan. Tuliskan nomor volume penerbitan.
8.1.7.
Artikel dalam laporan berkala
Brown, L.S. (1993, Spring).
Antidomination training as a central component of diversity in clinical
psychology education. The Clinical Psychologist, 46, 83-87
8.1.8.
Artikel dalam laporan berkala (tanpa pengarang)
The new health-care lexicon. (1993,
Agustus/September). Copy Editor, 4, 1-2.
Catatan:
Urutkan secara
alfabetik artikel tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul. Di
dalam teks, gunakan judul yang penting (atau seluruh judul jika judul pendek)
dengan cara menuliskan kutipan sebagai berikut: (“The New Health-Care Lexicon,”
1993). Tuliskan nomor volume.
8.1.9.
Artikel surat kabar harian (tanpa pengarang)
Otonomi ditandai dengan keberanian
daerah mengambil keputusan (1997, 25 April). Suara Pembaharuan, hal 3.
Catatan:
Urutkan secara alfabetik
artikel tanpa pengarang berdasarkan kata pertama dalam judul. judul yang
penting (atau seluruh judul jika judul pendek) dengan cara menuliskan kutipan
sebagai berikut: (“Otonomi”, 1997). Penulisan nomor halaman dalam surat kabar
didahului dengan hal.
8.1.10.
Artikel surat kabar harian, halaman bersambung
Berakhirnya politik
televisi dan bola (1997, 17 April). Kompas, hal. 1, 15.
8.2.
Buku, Brosur, dan Bab dalam Buku
a. Urutan penulisan:
pengarang atau editor buku, tahun penerbitan, judul
buku, tempat dan nama
penerbit.
b. Judul buku dicetak
miring.
Contoh:
Cone, J.D., & Foster,S.L.,
(1993). Dissertation and theses from start to finish: Psychology and related
fields. Washington, DC: American Psychological Association.
8.2.1.
Buku, edisi ketiga, ada nama junior
Mitchel, T.R., & Larson, J.R.,
Jr. (1987). People in organizations: An introduction to organization behavior
(3rd ed.) New York: Mc-Graw Hill.
8.2.2.
Buku, departemen pemerintah sebagai penerbit
Australian Bureau of Statistics.
(1991). Estimated resident population by age and sex in statistical local
areas, New South Wales, June 1990 (No.3209.1). Canberra, Australia Capital
Territory: Author.
Catatan:
Urutkan secara
alfabetik (sejumlah pengarang) berdasarkan kata pertama dari nama pengarang Jika
pengarang dan penerbit identik, gunakan nama pengarang sebagai kata nama
penerbit.
8.2.3.
Buku yang diedit
Gibbs, J.T., & Huang, L.N.
(Eds.). (1991). Children of color: Psychological intervention with minority
youth. San Francisco: Jossey-Bass.
8.2.4.
Buku tanpa pengarang atau editor
Merriem-Webster’s collegiate
dictionary (10th ed.). (1993). Springfield, MA: Merriem Webster.
Catatan:
Tempatkan judul buku
dalam posisi pengarang. Urutkan secara alfabetik buku-buku tanpa pengarang atau
editor berdasarkan kata pertama dalam judul. Di dalam teks, untuk membuat
kutipan gunakan beberapa huruf dari judul atau seluruh judul jika judul pendek,
dalam posisi pengarang (Merriem-Webster’s Collegiate Dictionary, 1993)
8.2.5.
Buku edisi revisi
Rosebthal, R. (1987). Meta-analytic
procedures for social research. (Rev. ed). Newbury Park, CA: Sage.
8.2.6.
Beberapa volume buku dalam periode lebih dari satu tahun
Koch, S. (Ed.) (1959-1963). Psychology:
A studi of science (vols. 1-6). New York: Mc Graw-Hill.
Catatan:
Di dalam teks gunakan
cara penulisan kutipan sebagai berikut: (Koch, 1959-1963).
8.2.7.
Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder
American Psychiatric Association.
(1994). Diagnostic and statistical manual of mental disorders (4th ed.).
Washington, DC: Author
Catatan:
Asosiasi adalah nama
pengarang sekaligus penerbit Sebutkan edisi yang digunakan dengan huruf Arab
dan di dalam tanda kurung. Di dalam teks, tuliskan nama asosiasi dan nama
manual secara lengkap dalam tulisan pertama teks, setelah itu baru tuliskan
bentuk DSM seperti biasa (dicetak miring) sebagai berikut:
DSM-III (1980) edisi
tiga
DSM-III-R (1987) edisi
tiga, revisi
DSM-IV (1994) edisi
empat
8.2.8.
Ensiklopedia atau kamus
Sadie, S. (ed.). (1980). The new
grove dictionary of music and musicians (6th ed., Vols. 1-20).
London: Macmillan.
8.2.9.
Artikel atau bab dari buku yang diedit
Massaro, D.(1992). Broading the
domain of the fuzzy logical model of perception. Dalam H.L.Pick,Jr., P. van den
Broek, & D.C. Knill (Eds.), Cognition: Conceptual and methodological issues
(pp. 51-84). Washington, DC: American Psychological Association.
Catatan:
Urutan penulisan: nama
pengarang, tahun penerbitan, judul artikel atau bab, nama editor, judul buku, halaman
artikel atau bab, informasi penerbit. Yang dicetak miring adalah judul buku,
bukan judul artikel.
8.2.10.
Bab dalam volume berseri
Maccoby, E.E., & Martin, J.
(1983). Socialization in the context of the family: Parent-child interaction.
dalam P.H. Mussen (Series Ed.). & E.M. Hetheringon (Vol.Ed.), Handbook of
child psychology; Vol. 4. Socialization, personality, social development (4th
ed., hal. 1-101). New York: Wiley.
Catatan:
Urutkan editor buku
pada posisi pertama dan editor volume pada posisi kedua sehingga paralel dengan
judul buku dan judul volume. Yang dicetak miring adalah nama buku dari volume
berseri tersebut.
8.3.
Laporan Teknis atau Penelitian
Urutan penulisan:
penulis laporan, tahun publikasi, judul laporan, penerbit.
Contoh:
Mazzero, J., Druesne, B., Raffield,
P.C., Checketts, K.T., & Muhlstein, A. (1991). Comparibility of computer
and paper-and pencil scores of two CLEP general examinations (Colege Board Rep.
No. 91-5). Princeton, NJ: Educational Testing Service.
Catatan:
Jika laporan memiliki
nomor tertentu (misal nomor laporan, nomor kontrak kerja, nomor monograf),
tuliskan nomor tersebut di dalam tanda kurung setelah judul. Jangan menggunakan
tanda titik di antara judul laporan dengan tulisan di dalam tanda kurung.
Jangan mencetak miring tulisan di dalam tanda kurung. Jika laporan dibuat dalam
dua nomor, berikan nomor yang paling mudah diidentifikasi dan diingat. Tuliskan
nama penerbit secara tepat (nama departemen, kantor, perwakilan, institut yang
menerbitkan laporan). Tuliskan nama departemen, kantor, atau perwakilan yang
lebih tinggi hanya jika penerbit laporan tidak diketahui dengan jelas.
8.3.1.
Laporan universitas
Broadbent, R.G., & Maller, R.A.
(1991). Sex offending and recidivism (Tech. Rep. No.3). Nedlands, Western
Australia; University of Western Australia, Crime Research Centre.
Catatan:
Jika nama negara
termasuk dalam nama universitas, jangan mengulang nama negara dalam tempat
lokasi. Tuliskan nama universitas dalam posisi pertama, kemudian nama departemen
atau organisasi yang menerbitkan laporan.
8.3.2.
Laporan dari organisasi swasta
Employee Benefit Research Institute.
(1992, February). Source of health insurance and charactheristics of the
uninsured (Issue Brief No. 123). Washington, DC; Author.
Catatan:
Gunakan bentuk ini
untuk ringkasan laporan, laporan kerja, dan dokumen lain yang berkaitan, dan
tuliskan nomor dokumen yang sesuai di dalam tanda kurung.
8.4.
Laporan Rapat atau Seminar
8.4.1.
Laporan yang dipublikasikan, laporan simposium
Deci, E.L., & Ryan, R.M. (1991).
A motivational approach to self: Integration in personality. Dalam R.
Dienstbier (Ed.), Nebraska Symposium on Motivation: Vol. 38. Perspectives on
motivation (hal. 237-288). London:
University of Nebraska Press.
8.4.2.
Laporan yang diterbitkan secara reguler
Cynx, J., Williams, H., &
Nottebohm, F. (1992). Hemispheric differences in avian song discrimination.
Proceedings of the National Academy of Sciences, USA, 89, 1372-1375.
Catatan:
Perlakukan laporan
yang diterbitkan sebagai jurnal periodik. unjukkan setelah judul artikel, jika
hanya abstrak yang dituliskan dalam laporan. Gunakan tanda kurung untuk
menunjukkan bahwa bahan merupakan deskripsi bukan judul.
8.4.3.
Makalah seminar yang tidak dipublikasikan
Lichstein, K.L., Johnson, R.S.,
Womack, T.D., Dean J.E., & Childers, C.K. (1990, June). Relaxation theraphy
for polypharmacy use in elderly insomniacs and noninsomniacs. Dalam T.L.
Rosenthal (Chair), Reducing medication in geriatric populations. Simposium dilakukan
pada pertemuan the First International Congress of Behavioral Medicine, Uppsala
Sweden.
8.4.4.
Makalah yang dipresentasikan dalam seminar
Lanktree, C., & Briere, J.
(1991, January). Early data on the Trauma Symptom Checklist for Children
(TSC-C). makalah dipresentasikan pada pertemuan the American Professional
Society on the Abuse of Children, San Diego, CA.
8.4.5.
Poster
Ruby, J., & Fulton, C. (1993,
June). Beyond redlining: Editing software that works. Poster disajikan pada
pertemuan tahuan the Society for Scholarly Publishing.
8.5.
Media Elektronik
8.5.1.
Informasi on-line
Pengarang, I. (tanggal). Judul
artikel. Nama penerbit (on-line), vol. Tunjukkan nama sumber informasi (misal,
FTP: 128.112.128.1)
8.5.2.
Abstrak on-line
Meyer, A.S., & Bock, K. (1992).
The tip-of the-tongue phenomenon: Blocking or partial activation? [On-line].
Memory & Cognition, 20, 715-726. Abstrak dari: DIALOG File: PsycINFO Item:
80-16351.
8.5.3.
Artikel jurnal on-line
Central Vein Occlusion Study Group.
(1993, 2 Oktober). Central vein occlusion study of photocoagulation: Manual of
operations [675 paragraf]. Online Journal of Current Clinical Trials [On-line
series]. Available: Doc, No.92
8.5.4.
E-mail
Funder, D.C. (1994, Maret).
Judgmental process and content: Commentary on Kohler on baserate [9 paragraf].
Psycholoquy [On-line serial], 5 (17). Available e-mail: HYPERLINK mailto:psyc@pucc
psyc@puccMessage: Get psyc 94-xxxxx
8.5.5.
FTP
Funder, D.C. (1994, Maret).
Judgemental process and content: Commentary on Koehler on baserate [9
paragraf]. Psycoloquy [On-line serial], 5, (17). Available FTP: Hostname:
princeton.edu Directory: pub/harnad/Psycoloquy/EducationPolicy, Analysis Archives,
(Online), Vol. 3, No. 1, HYPERLINK http://olam.ed.asu.edu/epaa/ diakses 12
Februari 1997).
8.5.6.
Rujukan dari internet berupa bahan diskusi
Wilson, D. 20 November
1995. Summary of Citting Internet Sites.
NETTRAIN Discussion
List, (Online).
NETTRAIN@ubvm.cc.buffalo.edu,
diakses 22 November 1995).
8.5.7.
Rujukan dari internet berupa karya individual
Hitchcock, S., Carr, L. & Hall,
W. 1996. A Survey of STM Online Journals, 1990-95: The Calm before the Storm,
(online), HYPERLINK http://journal.ecs.soton.ac.uk/survey/survey.html
diakses 12 Juni 1996.
3.3.
Penampilan Kutipan
Terdapat beberapa ciri khusus dalam
penulisan ilmiah yang perlu diperhatian:
1.
Catatan Pustaka
2.
Catatan Kaki dan Catatan Kaki
Singkat
3.
Petikan Langsung dan Tak Langsung
4.
Bibliografi / Rujukan / Daftar
Pustaka
3.3.1 Catatan Pustaka
Dalam penulisan ilmiah, sumber yang
digunakan atau dirujuk perlu dinyatakan. Catatan tentang sumber seperti buku,
majalah, jurnal atau surat kabar disebut catatan pustaka. Teknik catatan
pustaka yang lazimnya digunakan adalah seperti berikut:
Jika
nama pengarang dimasukkan bersama teks, karangan yang diisi di dalamnya tahun penerbitan dan muka
surat dan perlu ditempatkan setelah nama pengarang tersebut. Tanda titik
bertindih (:), dimasukkan di antara angka tahun terbitan dengan angka muka
surat. Contoh:
Menurut Mohd. Nor Daud (1997: 63),
ayat yang berkesan ialah satu bentuk ayat yang disokong oleh kepelbagaian dalam
struktur ayat.
atau
Hassan
Ahmad (2000), juga sependapat dengan....
atau
Mengikut pandangan Saville – Troike
(1986 : 52-63), peristiwa
komunikasi....
Jika dalam teks nama pengarang tidak
disebut, catatan nama pengarang, tahun penerbitan dan muka surat dimasukkan di
dalam kurungan dan diletakkan di hujung teks sebelum noktah. Tanda koma (,)
diletakkan di antara nama pengarang dengan tahun terbit. Contoh:
Secara
umum peribahasa ialah percakapan atau ujaran yang mengandung kebijaksanaan
fikiran dan pemerhatian yang tersusun dalam bentuk yang ringkas, indah, sedap
didengar dan benar pada perasaan dan fikiran.
(Keris Mas, 1988 : 136)
3.3.2 Catatan Kaki
Catatan kaki ialah catatan-catatan
kecil yang berfungsi memberikan keterangan tambahan terhadap teks yang ditulis.
Catatan kaki ditempatkan pada bahagian bawah halaman dan dipisahkan daripada teks
dengan garis panjang. Penomoran yang berurutan diberikan kepada setiap catatan
kaki. Contoh:
.....kajian etimologi1
tidak dapat dipisahkan daripada kajian linguistik...
________________________________________________
1.
Etimologi ialah kajian tentang kata serta perubahan bentuk dan makna.
3.3.3 Catatan Kaki Singkat
Catatan kaki singkat merupakan satu
lagi kaedah menunjukkan sumber rujukan selain kaedah catatan pustaka.
ibid. (singkatan dari ibidem, artinya
sama dengan yang di atas).
Digunakan untuk catatan kaki yang
sumbernya sama dengan catatan kaki yang telah disebutkan di atasnya, tanpa
disela oleh sumber yang lain.
op. cit (singkatan
dari opere citato, artinya dalam buku / karya
yang telah dipetik), digunakan untuk
catatan kaki dari sumber yang telah dinyatakan, tetapi telah disisipi catatan
kaki lain dari sumber yang lain.
loc. cit (singkatan
dari loco citato, artinya tempat yang telah dipetik)
kutipan diambil dari sumber dan
halaman yang sama yang telah disela oleh sumber lain.
Perhatikan
contoh catatan kaki singkat yang menunjukkan sumber rujukan dan ditempatkan
pada bagian bawah halaman serta dipisahkan daripadaa teks dengan garisan
panjang seperti yang berikut:
1.
John Dewey, 1974. How We Think.
Chicago. Henry Regnery Company. hal. 75
2.
Shaykh Hakim Moinuddin Chisti, 1985.
The Book of Sufi Healing. New York. Inner Traditions International Ltd.
hal. 25
3.
Ibid., hal. 45
4.
John Dewey, op.cit., hal 89.
5.
John Dwey, loc.cit.
Penggunaan catatan untuk menunjukkan
sumber rujukan harus selaras dalam keseluruhan penulisan. Jika kaedah catatan
pustaka yang dipilih, maka keseluruhan penulisan haruslah menggunakan kaedah
ini. Sebaliknya jika kaedah catatan kaki singkat digunakan, maka keseluruhan
penulisan harus menggunakan kaedah ini dengan konsisten.
3.3 Petikan Tak Langsung
Petikan tak langsung merupakan
pengungkapan kembali pendapat, gagasan pokok, ringksan atau kesimpulan daripada
sebuah tulisan dengan gaya penulis sendiri. Teknik menyatakan sumber informasi
dalam petikan tak langsung adalah sama seperti teknik catatan pustaka.
3.4 Petikan Langsung
Petikan langsung ditulis dalam
susunan kalimat asalnya tanpa perubahan dan diberi tempat tersendiri, terpisah
daripada teks. Petikan langsung kadang-kadang diperlukan untuk mempertahankan
keaslian penyataan yang dipetik. Petikan langsung diberi tanda petik (“ “)
padanya dan diikuti oleh catatan pustaka. Biasanya petikan langsung ditulis
rapat (satu spasi) ataupun dikecilkan saiz hurufnya seperti contoh yang
berikut:
“segala sesuatu cakap yang pendek
yang melekat di mulut orang ramai semenjak beberapa lama oleh sebab sedap dan
bijak perkataannya, luas dan besar tujuannya dipakainya sebagai sebutan-esbutan
orang sebagai bandingan teladan dan pengajaran”.
(Za’ba, 1965 : 165)
Sementara
Clifford dan Swettenham menyatakan hasil pemrhatian mereka iaitu:
“.......peribahasa merupakan bahasa
diplomatik, amat sesuai untuk mengelakkan diri daripada terlalu berterus-terang”.
(Brown, 1951 : X)
3.5 Bibliografi
Menulis bibliografi atau daftar
pustaka bermaksud menyebutkan semua sumber rujukan dan bacaan sama ada yang
telah diterbitkan seperti buku, jurnal dan majalah ataupun yang belum terbit
seperti kertas kerja, tesis dan disertasi. Biblografi dapat membantu pembaca
mengetahui sumber-sumber yang digunakan dalam sesuatu kerja ilmiah.
Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam penyusunan bibliografi:
1.
Bibliografi tidak diberi nomor.
2.
Urutan nama penulis mengikut urutan
huruf.
3.
Gelar penulis tidak dimasukka
4.
Bibliografi diletakkan pada bagian
terakhir tulisa
5.
Nama pengarang Melayu, Cina dan
India ditulis penuh dalam susunan asal tetapi pengarang Barat, hanya nama
keluarga saja yang ditulis.
Urutan unsur-unsur yang ditulis
dalam bibliografi ialah:
1.
Nama penulis.
2.
Tahun penerbitan.
3.
Judul – digaris atau dicetak miring.
4.
Tempat penerbitan.
5.
Nama penerbit.
BAB IV
NASKAH KARYA ILMIAH
4.1
Bagian Pembuka
Bagian
pembuka karya tulis ilmiah terdiri atas:
1)
Kulit Luar
2)
Halaman Judul
3)
Halaman Pengesahan
4)
Halaman Penerimaan
5)
Prakata
6)
Daftar Isi
7)
Daftar Tabel
8)
Daftar Grafik
9)
Daftar Singkatan dan Lambang
4.2
Bagian Inti
Bagian
inti karya tulis ilmiah terdiri atas:
1)
Bab Pendahuluan
2)
Bab Pembahasan
3)
Bab Kesimpulan
4.3
Bagian Penutup
Bagian
penutup terdiri atas:
1)
Daftar Pustaka
2)
Indeks
3)
Lampiran
Contoh kulit luar:

PENGARUH
NEOLIBERALISME TERHADAP KEBIJAKAN PRIVATISASI BUMN DI INDONESIA
(Suatu Analisis
Ekonomi-Politik)

Paper
Diajukan untuk Memenuhi Tugas
Akademik
Mata Kuliah: Negara, Pasar dan
Kesejahteraan Sosial
Dosen Pengampu: Prof. Dr. Heru
Nugroho/ Hakimul Ikhwan, M.A.
Disusun Oleh:
NUR SAYYID SANTOSO KRISTEVA
NIM. 08/275928/PSP/3433
PROGRAM PASCASARJANA SOSIOLOGI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA
2009